Profil Desa Sadan

Desa Sadan, adalah desa yang diapit oleh Bukit Barisan dan Gunung Dempo. Berada pada ketinggihan 710 meter dari permukaan laut dan di wilayah pegunungan membuat suhu di desa ini dingin. Berjarak ± 5 Km dari Kecamatan Jarai dan

Bimbingan Gratis PSP3 Desa Sadan

Kehadiran kami di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan ini mungkin masyarakat menganggap kami ini sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). DImana biasanya

Perkenalan dengan Kadispora Lahat yang Baru

Ki-Ka: Zainul Idham, S.Pd, Drs. Sutoko,M.si, Bapak Hartawan, Kabid Program Dispora, Paulus Ricky Soegito

Produksi Kripik Singkong KUBE Ibu Mandiri

Dalam produksi kali ini singkong yang kami buat sebanyak 25 Kg. Proses yang dilakukan hampir sama proses pada awal kami buat. Namun yang beda pada proses pengirisan (perajangan singkong). Pada perajangan kali ini lebih berhati-hati dalam memotong, agar tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis.

Pembentukan KUBE Ibu Mandiri Sadan

Dalam pertemuan itu, awalnya kami perkenalkan nama kami selaku PSP3 dan juga maksud dan tujuan kami datang ke desa Sadan, desa mereka, dengan lama waktu dua tahun. Mereka sangat antusias dan welcome atas kehadiran kami. Kemudian alur dari pertemuan itu kami lanjutkan dengan memetakan potensi alam yang ada,

Senin, 03 Juni 2013

Rapat Anggota KUBE Ibu Mandiri Sadan


Rapat anggota ini dilaksanakan pada tanggal 14 Nopember 2013, setelah maghrib di balai desa Sadan. Rapat ini kami jadikan sebagai evaluasi kelompok, baik dalam bidang pengolahan produksi, keuangan dan keanggotaan.  Juga, dalam rapat ini juga membahas tentang rencana uang lima juta yang akan diterima sebagai dana rintisan peserta PSP3. 

 
Rapat Anggota KUBE IBU MANDIRI SADAN

Para anggota tanpak serius dalam rapat ini

Peserta PSP3 sedang menuliskan rencana pembelian alat-alat produksi


Rapat ini dihadiri oleh 11 anggota, 1 anggota tidak hadir. Lebih lengkap, notulensinya sebagai berikut:
-     Modal usaha yang digunakan pada produksi selanjutnya adalah milik kelompok ditunjang dengan pinjaman dari peserta PSP3 sebesar Rp. 170.000
-     Kelompok berusaha untuk membuat kemasan kripik yang dibuat lebih menarik dan kelihatan banyak, menipu konsumen, serta rasanya tidak keras.
-     Dalam rapat ini juga disepakati bahwa kegiatan produksi akan dilaksanakan sebanyak 2x dalam seminggu yaitu pada Jumat dan Selasa.
-     Kelompok berencana untuk membelanjakan uang (5 juta, Rintisan Usaha) untuk membeli perlengkapan dan modal dengan rincian sebagai berikut:

No Nama Barang Kuantitas Harga satuan Jumlah Harga
1 Kompor besar                   2    450.000              900.000
2 Baskom                   3      25.000                75.000
3 Wajan Ukuran 32                   1    300.000              300.000
4 Wajan Ukuran 28                   2    250.000              500.000
5 Saringan besar                   3      50.000              150.000
6 Saringan gorengan                   3      20.000                60.000
7 Sudip Besar                   1      35.000                35.000
8 Sudip Sedang                   2      15.000                30.000
9 Baskom sedang                   4      50.000              200.000
10 Nampan besar                   2      50.000              100.000
11 Mesin Potong singkong manual                   1    400.000              400.000
12 Mesin Pengemas                   1    200.000              200.000
13 Ember                   2      15.000                30.000
14 Keranjang                   3      30.000                90.000
15 Modal Usaha              1.930.000
TOTAL KESELURUHAN          5.000.000

Produksi dan Pemasaran Kripik Singkong, 6-8 Nopember 2013


Produksi tanggal 6-7 Nopember 2013


Sebagai tindak lanjut dari produksi sebelumnya dimana setiap kali produksi kita masih mencoba menemukan cara-cara yang ideal, baik dari segi cara pengolahan, rasa yang diharapkan dan juga mogal yang digunakan agar sesedikit mungkin dengan laba yang maksimal.
Pada produksi kali ini, kelompok memproduksi lebih banyak dari biasanya yakni 60Kg, ukuran produksi paling banyak selama kami produksi.  Untuk mengantisipasi hal itu, maka kelompok berinisiatif untuk melakukan pengupasan dan pemotongan pada malam hari, usai sholat maghrib.


Singkong yang disiap dirajang
Dan, selesai juga sekitar pukul 22.00 WIB. Lamanya proses ini dikarenakan:
-    Anggota kelompok ada yang tidak hadir
-    Pada proses pemotongan, anggota yang hadir tidak seluruhnya memotong, kebanyakan cuma ngerumpi dan melihat proses yang dilakukan oleh mesin manual (mesin perajang singkong manual)
Setelah dipotong (dirajang), kemudian direndam semalaman. Pada pagi harinya, irisan singkong tersebut kemudian di tiriskan, kemudian dimasukkan kedalam larutan yang telah berisi garam, bawang merah dan putih, serta soda kue, di rendam kurang lebih lebih 30 menit.


Proses perajangan

Proses perajangan

Proses Perajangan

Pada proses penggorengan, dikarenakan banyaknya singkong yang dibuat, ada kesalahan yang kami (kelompok) lakukan, yaitu terlalu banyak memasukkan irisan singkong itu ke wajan yang tidak proporsional dengan minyak yang ada di wajan. Hasilnya, kripik tersebut memakan waktu yang cukup lama untuk matang dalam satu gorengan, serta hasil kripiknya juga tidak bagus, banyak yang menenpel antar satu dengan yang lain, juga kripik yang dihasilkan tidak mengembang, malah mengecil dan agak keras. Selain hal itu, lamanya proses penggorengan dikarenakan kompor yang digunakan adalah kompor masak, kompor kecil. Dalam proses penggerengan ini kami memakai mentega untuk

Setelah digoreng, ditiriskan. Kemudian bumbu “Pedas Manis” racikan kami ditumis. Setelah berbau harum, kripik tersebut dimasukkan ke dalam wajan besar untuk diaduk, sementara kompornya di matikan. Dalam proses pencampuran bumbu ini ada beberapa kendala yang di hasilkan:
-    Kripik singkongnya hancur, menjadi kecil-kecil
-    Banyak minyak yang lengket ke kripiknya, sehingga terlihat basah oleh minyak, dan juga ini sangat merugikan, karena butuh boros minyak.
Setelah proses pencampuran bumbu, didiamkan kurang lebih 10 menit kemudian dilakukan pengemasan. Pengemasan dilakukan dengan menggunakan Mesin kemas plastik, Tipe PCS200C (panjang 20 cm), yang kami beli dulu melalui uang pribadi. Kendala dalam proses ini adalah belum bisanya anggota dalam mennggunakan mesin kemas. Mereka masih belum bisa mengukur panasnya mesin dengan plastik yang digunakan, kadang terlalu panas, kadang juga terlalu dingin. Jika terlalu panas, menyebabkan  plastik meleleh, sehingga perlu di ganti dengan plastik yang baru agar kemasannya menarik. Jika terlalu dingin, dan ini yang sering terjadi, menyebabkan plastik yang dikemas, hanya menempel sebentar kemudian terlepas. Selain kendala diatas, pada proses pengemasan ini, kami masih belum bisa membuat kemasan menjadi menarik untuk dipandang. Karena memang kripik yang kami produksi, kebanyakan hancur. Selain itu, isi yang terlalu sedikit, dalam satu kemasan yang harganya Rp. 400, - (untuk pedagang) dan Rp. 500,- untuk konsumen, juga menjadi kendala bagi kami untuk terus belajar menemukan yang terbaik.

Kripik yang siap dipasarkan

Untuk kripik yang kami pasarkan ke warung-warung, dikemas dalam plastik besar (pack). Dalam satu plastik besar (pack) berisi 40 bungkus  plastik kecil.

Pemasaran Kripik Singkong, 8 Nopember 2013


Seperti biasa, setelah kami produksi, maka yang kami lakukan adalah memasarkannya. Dalam proses ini kami telah memberdayakan pemuda yang masih belum memiliki pekerjaan tetap. Mereka keliling ke warung-warung untuk memasarkan hasil produksi.  Untuk ketentuan harga ke warung sebagai berikut:
-          Jika dibeli langsung, di bayar tunai, maka harganya Rp. 15.000,-
-          Jika dititipkan, nunggu barang habis, harganya Rp. 16.000,-