Profil Desa Sadan

Desa Sadan, adalah desa yang diapit oleh Bukit Barisan dan Gunung Dempo. Berada pada ketinggihan 710 meter dari permukaan laut dan di wilayah pegunungan membuat suhu di desa ini dingin. Berjarak ± 5 Km dari Kecamatan Jarai dan

Bimbingan Gratis PSP3 Desa Sadan

Kehadiran kami di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan ini mungkin masyarakat menganggap kami ini sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). DImana biasanya

Perkenalan dengan Kadispora Lahat yang Baru

Ki-Ka: Zainul Idham, S.Pd, Drs. Sutoko,M.si, Bapak Hartawan, Kabid Program Dispora, Paulus Ricky Soegito

Produksi Kripik Singkong KUBE Ibu Mandiri

Dalam produksi kali ini singkong yang kami buat sebanyak 25 Kg. Proses yang dilakukan hampir sama proses pada awal kami buat. Namun yang beda pada proses pengirisan (perajangan singkong). Pada perajangan kali ini lebih berhati-hati dalam memotong, agar tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis.

Pembentukan KUBE Ibu Mandiri Sadan

Dalam pertemuan itu, awalnya kami perkenalkan nama kami selaku PSP3 dan juga maksud dan tujuan kami datang ke desa Sadan, desa mereka, dengan lama waktu dua tahun. Mereka sangat antusias dan welcome atas kehadiran kami. Kemudian alur dari pertemuan itu kami lanjutkan dengan memetakan potensi alam yang ada,

Tampilkan postingan dengan label Qosim Putra Lumajang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qosim Putra Lumajang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Mei 2014

BIMBINGAN BELAJAR PSP3 DESA SADAN

BIMBINGAN BELAJAR PSP3

Kehadiran kami di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan ini mungkin masyarakat menganggap kami ini sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). DImana biasanya Program Mahasiswa KKN adalah dengan memberikan Bimbingan belajar gratis kepada anak-anak sekolah di sekitar.

Qosim, S.Pd sedang memberikan bimbingan belajar di Balai Desa Sadan

Karena hal itu maka kemudian ada beberapa anak yang minta kursus. Dengan berbasik dari jebolan keguruan, maka 'hanya' begitu kemudian kami layani untuk memngajari mereka, membantu mereka dalam belajarnya.

Seriring dengan berjalannya waktu, dengan info dari mulut kemulut, anak didik kami pun terus bertambah. sehingga kami merasa kerepotan dalam mengajar. Terlebih dikarenakan kelas mereka yang tidak sama. Ada yang kelas 1,2,3,4,5,6 SD, ada pula yang SMP. Serta pelajaran yang mereka minta ajari juga tidak sama, lebih banyak pelajran matematika.


Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan



Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan




Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan

Untuk mengatasi hal itu, maka kami jadwal pelajaran yang kami ajarkan:
Senin mata pelajaran Matematika,
Selasa mata pelajaran IPA
Rabu mata pelajaran Bahasa Matematika,
Kamis Mata pelajaran Matematika, dan
Jum'at mata pelajaran Bebas.

Selain mata pelajaran, jam belajarnyapun kami atur:
1. 13.00 - 14.00 WIB Kelas 2-3
2. 14.00 - 15.00 WIB Kelas 4-5
3. 15.00 - 16.00 WIB Kelas 6-7
4. 16.00 - 17.00 WIB Kelas 8

Jumlah siswa kami pada saat itu mencapai 60 anak.  berikut nama-namanya:

No    Nama lengkap    Kelas
1    Adelia Putri    II
2    Berli Aji Saputra    II
3    Dessy Adha Yurisa    II
4    Indira Sukarti    II
5    Pipen Polenza     II
6    Yagi Pramuga    II
7    Ade Tria Utami    III
8    Cintya  Julianti    III
9    Desta Mulya Listara    III
10    Imelia Susanti    III
11    Karolin Ajelita    III
12    Lorenza Arizanda    III
13    Repa Oktriani    III
14    Selpia Anggaraini    III
15    Sifa Salsabila    III
16    Tara Aprilian Lestari    III
17    Yolanda Januarti    III
18    Sofi Fitriyah    IV
19    Vemas Arjuna    IV
20    Cindi Fajarian    IV
21    Marsela Dwi P    IV
22    Pitriya Adistriani    IV
23    Viola Nur Intan    IV
24    Rahman Januarti    IV
25    Ezen Mangkulangit    IV
26    Aika Nur Hariyati    IV
27    M. Yusuf Saleh    IV
28    Dona Elpadora    IV
29    Olpa Purnamasari    IV
30    Bagas Aldiansyah    IV
No    Nama lengkap    Kelas
31    Ade Dwi Banwarti    V
32    Iis Marista    V
33    Nia Sefka Sari    V
34    Pili Apriani    V
35    Puja Tria    V
36    Rindi Agusfrian    V
37    Tania Ayu P. H    V
38    Tesa Anggriani    V
39    Tesa Moneka    V
40    Tegar Januarta    V
41    Adef Putra Rivaldo    VI
42    Audita Putri Rahman    VI
43    Caca Yunita    VI
44    Cahya Delvia    VI
45    Gita permata sari    VI
46    Mayang Sepriyani    VI
47    Melani Nasya Putri    VI
48    Messy preti Sella    VI
49    Oktabel Khoibi    VI
50    Popi Deni lestari    VI
51    Robbeliy   Pra  yoga    VI
52    Tera Nurpaiza    VI
53    Yunisarita    VI
54    Yunita Gustina    VI
55    Astra Wira    VII
56    Bagaskara    VII
57    Elsa Mayori Agustia    VII
58    Peni Bela Agustari    VII
59    Amelia Berta    VIII
60    Lola Maizera    VIII

Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan

Selain siswa-siswa di atas, kemudian ada anak TK dan kelas 1 yang juga minta dilesi. kewalahan kami.

Banyaknya murid yang les dengan gratis ini, menemukan kendala. Salah satu kendalanya adalah rusaknya banyak rusaknya meja di balai Desa. Untuk mengatasi hal tersebut, meja yang memang terbuat dari bahan yang mudah rusak itu, kemudian kami modifikasi dengan tangan dan biaya sendiri. Kami benahi dan kami jadikan 5 meja kecil yang telah kami ukur dengan tinggi anak. Alhamdulillah ilmu pertukangan yang kami punyai bisa bermanfaat.

Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun, siswa yang kursus di balai Desa ini perlahan menjadi sedikit. Mereka sudah mulai malas. Karena bisa jadi mereka kursus hanya ikut-ikutan teman. Setelah bosan maka mereka memilih bermain.

Kegiatan Bimbingan belajar ini habis (tidak berjalan lagi) saat mulai liburan Semester 1, Bulan Januari 2014. karena sekolah libur, maka lesnya juga libur. Hingga awal masuk sekolah (liburan usai), ternyata tidak ada yang les lagi. Sebenarnya kami bisa untuk merangsang kembali anak-anak untuk kembali kursus, tapi akmi yang malas, dikarenakan memang kami di tugaskan ke desa bukan untuk mengajar seperti program INDONESIA MENGAJAR. Tepat 3 bulan kami mengadakan bimbingan belajar gratis ini.

Kamis, 08 Mei 2014

KRONOLOGIS PEMBENTUKAN KUBE IBU MANDIRI SADAN

Kelompok Usaha Bersama “ Ibu Mandiri Sadan”  merupakan sebuah kelompok usaha bentukan  dan binaan  kami dari Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaaan (PSP3) yang ada di desa Sadan  yaitu, Qosim, S.Pd . Kelompok ini bermula pada hari Selasa, 24 September 2013,  seminggu setelah kita tinggal di desa Sadan,  kita mengadakan pertemuan dengan para ibu-ibu yang ada di dusun I desa Sadan. Ibu-ibu  yang  ikut dalam pertemuan itu, adalah mereka yang hanya mempunyai mata pencaharian tahunan dari hasil kopi, sementara, jika bukan musim panen, mereka menganggur, hanya menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT).

Rapat pembentukan kelompok dan rencana usaha di Rumah Kepala Desa Yudiansyah Manarus


Rapat pembentukan kelompok dan rencana usaha di Rumah Kepala Desa Yudiansyah Manarus


Qosim, S.Pd sedang memperkenalkan diri di hadapan Ibu-Ibu

Dalam pertemuan itu, awalnya kami perkenalkan nama kami selaku PSP3 dan juga maksud dan tujuan kami datang ke desa Sadan, desa mereka, dengan lama waktu dua tahun. Mereka sangat antusias dan welcome atas kehadiran kami. Kemudian alur dari pertemuan itu kami lanjutkan dengan memetakan potensi  alam yang ada, mereka kemudian menyebutkan tiga potensi dan cara mengelolanya:
1.    Kakau, atau coklat. Di desa Sadan ini hasil pertanian terbesar kedua adalah Kakau. Mereka menginginkan  untuk mengolahnya untuk menjadi bubuk coklat. Akan tetapi, cara dan alatnya mereka masih belum faham, sehingga opsi ini tidak mereka sepakati untuk di jadikan usaha.
2.    Kopi. Usaha yang paling simpel dan gampang dari usaha kopi adalah penyedian jasa mesin penghalus kopi menjadi bubuk.  Hal ini dirasa sangat berat dan sudah banyak ada di desa Sadan, serta penghasilannya yang sedikit tergantung dari musim kopi.
3.    Singkong. Dengan bahan mentah yang banyak tersedia oleh alam serta harganya yang masih murah, singkong bisa dikembangkan menjadi kripik singkong. Dimana usaha kripik singkong di Kecamatan Jarai ini masih langka.



Qosim, S.Pd sedang memimpin jalannya rapat


Dari ketiga potensi yang ada, mereka kemudian memilih untuk mengelola singkong menjadi Kripik. Dibentuklah struktur organisasi kelembagaan  yang anggotanya terdiri dari lima belas orang, dari ibu-ibu yang hadir. Kelompok usaha tersebut sepakat diberi nama sebagai  “KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) ‘IBU MANDIRI SADAN’”. 



Selanjutnya kelompok ini kemudian melakukan kegiatan produksi kripik singkong yang berkelanjutan, setiap minggu melakukan produksi. Selain untuk memperoleh laba, kegiatan produksi ini bertujuan untuk mencari cara yang ideal, termasuk rasa yang nikmat dan kemasan yang minimalis sehingga memperoleh laba yang besar. (qpl)

Senin, 24 Maret 2014

PROFIL DESA

Desa Sadan, adalah desa yang diapit oleh Bukit Barisan dan Gunung Dempo. Berada pada ketinggihan 710 meter dari permukaan laut dan di wilayah pegunungan membuat suhu di desa ini dingin. Berjarak  ± 5 Km dari Kecamatan Jarai dan ± 78 Km dari kabupaten Lahat. Bentuk desa Sadan ini memanjang, mengikuti jalan Lintas Bengkulu – Pagar ALam yang membagi desa Sadan menjadi dua bagian.  Desa Sadan ini dibagian timur berbatasan dengan Desa Penantian, bagian barat dibatasi oleh desa Bandu Agung, sebelah utara di batasi oleh Bukit Barisan dan di sebelah selatan dibatasi oleh Gunung Dempo.

Berdasarkan dari dinas kependudukan pada tahun 2013, desa ini memiliki sebanyak 1706 jiwa, yang terdiri dari 885 laki-laki dan 821 perempuan.

Dalam bidang ekonomi, seperti kondisi desa pada umumnya, masyarakat desa Sadan  mata pencahariannya adalah petani dan pekebun. Komoditas pertanian adalah padi (persawahan) dan tanaman holtikultura. Sedangkan komoditas perkebunan yang paling dominan adalah kopi dan cokelat (kakau).


Mantan Ibu Kades, Yudiansyah Manarus (Mantan Kadess), Qosim (PSP3), Mirhan Suhadi (Kades) serta Ibu Kades. (Kiri ke kanan)

Dalam bidang pemerintahan di desa Sadan ini masih belum optimal. Ini bisa dilihat dari Kantor Kepala desa (balai) yang selalu kosong setiap hari, perangkat desa tidak ada yang mengantor, mengantornya hanya jika ada rapat desa. Hal yang seperti ini masih lumrah dan banyak terjadi di desa-desa lain di kabupaten Lahat. Dalam penyelenggaraan administrasi, masyarakat masih mengurus ke Rumah Sekdes, Pak Misran. Namun, sampai saat ini masih belum ada kendala dalam bidang administrasi. Desa Sadan ini sekarang di bagi menjadi empat dusun: Dusun I, Dusun II, Dusun III, dan Dusun IV. Adanya empat dusun itu adalah pembaharuan dari 3 dusun pada dulunya: Tanjung Baru, Sadan, dan Tanjung Petung.

Dalam bidang Pendidikan, kesadaran masyarakat masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari masih minimnya lulusan sarjana. Juga, di desa ini lembaga pendidikan Sekolah Dasar hanya ada satu, Pendidikan PAUD, TK, SMP dan SMA masih keluar desa untuk menempuhnya.

Selasa, 04 Juni 2013

Laporan Kegiatan PSP3 Bulan Januari 2014




Laporan Kegiatan PSP3 Bulan Januari 2014 bisa di download DISINI

Senin, 03 Juni 2013

Laporan Bulan Nopember 2013




Lopran bulan Nopember 2013 bisa di klik disini:
Laporan Bulan Nopember 2013