LOGO PSP3

LOGO PSP3

Profil Desa Sadan

Desa Sadan, adalah desa yang diapit oleh Bukit Barisan dan Gunung Dempo. Berada pada ketinggihan 710 meter dari permukaan laut dan di wilayah pegunungan membuat suhu di desa ini dingin. Berjarak ± 5 Km dari Kecamatan Jarai dan

Bimbingan Gratis PSP3 Desa Sadan

Kehadiran kami di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan ini mungkin masyarakat menganggap kami ini sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). DImana biasanya

Perkenalan dengan Kadispora Lahat yang Baru

Ki-Ka: Zainul Idham, S.Pd, Drs. Sutoko,M.si, Bapak Hartawan, Kabid Program Dispora, Paulus Ricky Soegito

Produksi Kripik Singkong KUBE Ibu Mandiri

Dalam produksi kali ini singkong yang kami buat sebanyak 25 Kg. Proses yang dilakukan hampir sama proses pada awal kami buat. Namun yang beda pada proses pengirisan (perajangan singkong). Pada perajangan kali ini lebih berhati-hati dalam memotong, agar tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis.

Pembentukan KUBE Ibu Mandiri Sadan

Dalam pertemuan itu, awalnya kami perkenalkan nama kami selaku PSP3 dan juga maksud dan tujuan kami datang ke desa Sadan, desa mereka, dengan lama waktu dua tahun. Mereka sangat antusias dan welcome atas kehadiran kami. Kemudian alur dari pertemuan itu kami lanjutkan dengan memetakan potensi alam yang ada,

Tampilkan postingan dengan label Bimbingan Belajar PSP3 Sadan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bimbingan Belajar PSP3 Sadan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Mei 2014

INGIN MENGHINDARI KEMATIAN LELE PADA AWAL BUDIDAYA?








Sangat mudah untuk dijumpai postingan di forum-forum yang menyatakan bahwa lelenya mengambang di permukaan, berdiri tegak ikut upacara dan kena penyakit ini itu dan pada akhirnya berujung pada kematian. Semangat yang berlebih diawal budidaya terkadang membuat kita terlupa untuk mempersiapkan media air tempat lele akan hidup dan tumbuh. Saking semangatnya ingin semuanya cepat namun yang terjadi justru lebih harus “panen” lebih awal, tiap hari nyerok lele yang mati.
KONSTRUKSI KOLAM
Kolam hendaknya dirancang untuk mempermudah perawatan, pergantian air dan pembuangan kotoran (baca postingan tentang konstruksi kolam).
STERILISASI KOLAM
Untuk kolam terpal/semen, kolam dibersihkan dari kerak atau lumut dan cuci dengan disinfectant. Untuk kolam baru dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa bahan kimia. Untuk kolam tanah, lakukan pengeringan, pengapuran dll (baca postingan budidaya di kolam tanah)
PERSIAPAN MEDIA
Persiapan media adalah langkah awal budidaya yang penting untuk menyediakan media bagi lele untuk hidup dan tumbuh. Standard kualitas media air bagi tumbuh kembangnya lele adalah :
- Ph air pada kisaran normal 7-8
- Kadar oksigen terlarut dalam air (dissolved oxygen-DO) 5 ppm
- Suhu ideal air kolam 25-280
Harus disadari bahwa lele terutama yang masih kecil (benih) sangat rentan terhadap segala bentuk perubahan baik itu Ph maupun suhu dan tidak suka air baru.
Persiapan media adalah mengkondisikan air agar “matang” bisa melalui :
- Pengendapan di bak penampungan selama 1 minggu, jika punya aerator dapat dinyalakan.
- Penambahan garam 100gr/m3, bertujuan untuk menekan pertumbuhan jamur/parasit dan menetralkan Ph. Dapat juga menggunakan dolomit untuk kolam dengan media tanah/semen yang cukup luas.
-Khusus untuk kolam statis dengan minim pergantian air, sangat disarankan untuk mempergunakan aplikasi mikroba untuk membantu mengola limbah organik dari feses dan sisa-sisa pakan.
-Daun papaya dapat juga diberikan di kolam selain untuk menetralkan Ph juga sebagai tempat “nangkring” benih
-Untuk benih, jangan ragu untuk mempergunakan sirkulasi kecil untuk membantu menyediakan kadar oksigen terlarut yang cukup atau aerasi kecil dan merata (jangan sampai menimbul arus yang terlalu besar yang dapat menguras tenaga lele untuk bertahan di tengah arus).
Sepanjang kita dapat memenuhi standard kualitas air seperti diatas sepanjang masa budidaya, diharapkan dapat menekan tingkat kematian.
FAKTOR BENIH
Jangan anggap enteng tentang kualitas benih karena bila salah memilih bisa gagal total:
- Benih harus berasal dari Indukan yang unggul yang telah mengalami pemuliaan dan perbaikan genetik, tidak asal besar.
- Hindari beli benih di pasar dengan sistem beli habis perkara, sebisa mungkin belilah dari pembenih yang Anda kenal dan terpercaya yang sudah punya pengalaman bagaimana cara mengirim benih yang benar dan minimal jika terjadi apa-apa dengan benih lele, Anda tahu kemana harus komplain.
- Benih harus sehat dan lincah
- Usahakan membeli benih yang berasal dari lingkungan yang mirip dengan kolam budidaya kita. Benih yang dipelihara di kolam tanah kurang cocok untuk dibudidayakan di kolam terpal/semen.
- Belilah benih yang sudah divaksinasi agar punya kekebalan terhadap penyakit dan lakukan vaksinasi lanjutan agar lele punya kekebalan pada level protective.
AKLIMATISASI
Penebaran benih merupakan kegiatan awal yang penting dalam budidaya lele, kesalahan dalam penebaran benih dapat berakibat fatal. Benih yang dibawa dengan transportasi jarak jauh akan membuat benih dalam kondisi lemah dan bila langsung ditebar, benih berpotensi stress dan bisa berujung pada kematian. Sebelum disebar perlu dilakukan aklimatisasi yaitu proses adaptasi/ penyesuaian dengan lingkungan kolam yang baru. (baca lebih lanjut pastingan terkait)
PADAT TEBAR
Padat tebat standard sekitar 200-300 ekor/m3, padar tebar bisa ditambah jika Anda sudah menguasai teknik budidaya dan daya dukung kolam memadai untuk menyediakan kualitas air yang layak untuk tumbuh kembangnya lele seperti diatas dengan tambahan alat bantu seperti aerasi/sirkulasi.
MENCEGAH LEBIH BAIK DARI MENGOBATI
Sudah banyak postingan tentang penyakit lele, namun terus terang mengobati lele apalagi jumlahnya banyak adalah pekerjaan yang membuang uang dan waktu yang akan menambah biaya produksi kita.
Sumber dari sebagian besar penyakit adalah kualitas air yang buruk yang disebabkan oleh akumulasi bahan organic yang membusuk, mencemari air kolam, menimbulkan gas beracun (ammonia), ph air drop dan menjadi media yang subur bagi berkembangnya jamur dan bakteri yang dapat menimbulkan penyakit pada lele, maka cara yang mudah dan murah adalah mencegah agar bakteri dan jamur sebagai sumber penyakit tidak berkembang biak dengan menjaga kualitas air :
- Rutin melakukan pergantian air
- Hindari overfeeding atau pemberian pakan secara berlebihan karena selain boros juga dapat cepat merusak kualitas air.
- Rutin membuang kotoran/air dasar kolam
- mengkultur mikroba baik agar mendominasi kolam dan menekan bakteri pathogen
- Melakukan monitoring kualitas air secara rutin dan mengambil langkah yang diperlukan jika kualitas air mulai turun. Penting bagi pembudidaya untuk memiliki alat ukur minimal Ph Meter
PENGGUNAAN HERBAL ALAMI
Kita bisa memanfaatkan tumbuhan yang mempunyai manfaat dalam budidaya lele baik untuk kesehatan lele atau yang mengandung zat imunostimulan untuk kekebalan terhadap serangan bakteri seperti bawang putih, daun sirih, kunyit dan daun papaya, daun ketapang, mengkudu dll.
Dengan menerapkan hal-hal tersebut diatas, diharapkan dapat menghindari kematian di awal budidaya dan bila kita bisa menjaga kualitas air tetap layak bagi tumbuh kembang lele, diharapkan bisa panen dengan hasil yang baik.
Salam dari kami Progo Mandiri Farm – mohon koreksi.

diambil dari: https://www.facebook.com/upr.progomandiri/posts/1424098594525660

Sortir Ikan Lele Kelompok Binaan Martinus Raro

Kelompok pemuda  binaan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3) di desa Sadan Kecamatan Jarai, Lahat, Sumsel,  yang berkarya dalam budidaya lele ini sedang mensortir ikan lele yang sudah berumur dua bulan. Terlambat memang waktu sortir, sehingga pertumbuhan lele tidak sama, ada yang besar dengan lebar badan 7 cm sebanyak delapan ekor, ada pula yang masih kecil, sama seperti keadaan waktu dulu tebar bibit.

Proses Pensortiran

Pertumbuhan Lele yang tidak sama

Lele yang besar-besar






Sortir Ikan Lele (i)

Sortir Ikan Lele (ii)

Sabtu, 10 Mei 2014

BIMBINGAN BELAJAR PSP3 DESA SADAN

BIMBINGAN BELAJAR PSP3

Kehadiran kami di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan ini mungkin masyarakat menganggap kami ini sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). DImana biasanya Program Mahasiswa KKN adalah dengan memberikan Bimbingan belajar gratis kepada anak-anak sekolah di sekitar.

Qosim, S.Pd sedang memberikan bimbingan belajar di Balai Desa Sadan

Karena hal itu maka kemudian ada beberapa anak yang minta kursus. Dengan berbasik dari jebolan keguruan, maka 'hanya' begitu kemudian kami layani untuk memngajari mereka, membantu mereka dalam belajarnya.

Seriring dengan berjalannya waktu, dengan info dari mulut kemulut, anak didik kami pun terus bertambah. sehingga kami merasa kerepotan dalam mengajar. Terlebih dikarenakan kelas mereka yang tidak sama. Ada yang kelas 1,2,3,4,5,6 SD, ada pula yang SMP. Serta pelajaran yang mereka minta ajari juga tidak sama, lebih banyak pelajran matematika.


Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan



Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan




Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan

Untuk mengatasi hal itu, maka kami jadwal pelajaran yang kami ajarkan:
Senin mata pelajaran Matematika,
Selasa mata pelajaran IPA
Rabu mata pelajaran Bahasa Matematika,
Kamis Mata pelajaran Matematika, dan
Jum'at mata pelajaran Bebas.

Selain mata pelajaran, jam belajarnyapun kami atur:
1. 13.00 - 14.00 WIB Kelas 2-3
2. 14.00 - 15.00 WIB Kelas 4-5
3. 15.00 - 16.00 WIB Kelas 6-7
4. 16.00 - 17.00 WIB Kelas 8

Jumlah siswa kami pada saat itu mencapai 60 anak.  berikut nama-namanya:

No    Nama lengkap    Kelas
1    Adelia Putri    II
2    Berli Aji Saputra    II
3    Dessy Adha Yurisa    II
4    Indira Sukarti    II
5    Pipen Polenza     II
6    Yagi Pramuga    II
7    Ade Tria Utami    III
8    Cintya  Julianti    III
9    Desta Mulya Listara    III
10    Imelia Susanti    III
11    Karolin Ajelita    III
12    Lorenza Arizanda    III
13    Repa Oktriani    III
14    Selpia Anggaraini    III
15    Sifa Salsabila    III
16    Tara Aprilian Lestari    III
17    Yolanda Januarti    III
18    Sofi Fitriyah    IV
19    Vemas Arjuna    IV
20    Cindi Fajarian    IV
21    Marsela Dwi P    IV
22    Pitriya Adistriani    IV
23    Viola Nur Intan    IV
24    Rahman Januarti    IV
25    Ezen Mangkulangit    IV
26    Aika Nur Hariyati    IV
27    M. Yusuf Saleh    IV
28    Dona Elpadora    IV
29    Olpa Purnamasari    IV
30    Bagas Aldiansyah    IV
No    Nama lengkap    Kelas
31    Ade Dwi Banwarti    V
32    Iis Marista    V
33    Nia Sefka Sari    V
34    Pili Apriani    V
35    Puja Tria    V
36    Rindi Agusfrian    V
37    Tania Ayu P. H    V
38    Tesa Anggriani    V
39    Tesa Moneka    V
40    Tegar Januarta    V
41    Adef Putra Rivaldo    VI
42    Audita Putri Rahman    VI
43    Caca Yunita    VI
44    Cahya Delvia    VI
45    Gita permata sari    VI
46    Mayang Sepriyani    VI
47    Melani Nasya Putri    VI
48    Messy preti Sella    VI
49    Oktabel Khoibi    VI
50    Popi Deni lestari    VI
51    Robbeliy   Pra  yoga    VI
52    Tera Nurpaiza    VI
53    Yunisarita    VI
54    Yunita Gustina    VI
55    Astra Wira    VII
56    Bagaskara    VII
57    Elsa Mayori Agustia    VII
58    Peni Bela Agustari    VII
59    Amelia Berta    VIII
60    Lola Maizera    VIII

Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan

Selain siswa-siswa di atas, kemudian ada anak TK dan kelas 1 yang juga minta dilesi. kewalahan kami.

Banyaknya murid yang les dengan gratis ini, menemukan kendala. Salah satu kendalanya adalah rusaknya banyak rusaknya meja di balai Desa. Untuk mengatasi hal tersebut, meja yang memang terbuat dari bahan yang mudah rusak itu, kemudian kami modifikasi dengan tangan dan biaya sendiri. Kami benahi dan kami jadikan 5 meja kecil yang telah kami ukur dengan tinggi anak. Alhamdulillah ilmu pertukangan yang kami punyai bisa bermanfaat.

Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun, siswa yang kursus di balai Desa ini perlahan menjadi sedikit. Mereka sudah mulai malas. Karena bisa jadi mereka kursus hanya ikut-ikutan teman. Setelah bosan maka mereka memilih bermain.

Kegiatan Bimbingan belajar ini habis (tidak berjalan lagi) saat mulai liburan Semester 1, Bulan Januari 2014. karena sekolah libur, maka lesnya juga libur. Hingga awal masuk sekolah (liburan usai), ternyata tidak ada yang les lagi. Sebenarnya kami bisa untuk merangsang kembali anak-anak untuk kembali kursus, tapi akmi yang malas, dikarenakan memang kami di tugaskan ke desa bukan untuk mengajar seperti program INDONESIA MENGAJAR. Tepat 3 bulan kami mengadakan bimbingan belajar gratis ini.

Selasa, 04 Juni 2013

Laporan Kegiatan PSP3 Bulan Januari 2014




Laporan Kegiatan PSP3 Bulan Januari 2014 bisa di download DISINI