Profil Desa Sadan

Desa Sadan, adalah desa yang diapit oleh Bukit Barisan dan Gunung Dempo. Berada pada ketinggihan 710 meter dari permukaan laut dan di wilayah pegunungan membuat suhu di desa ini dingin. Berjarak ± 5 Km dari Kecamatan Jarai dan

Bimbingan Gratis PSP3 Desa Sadan

Kehadiran kami di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan ini mungkin masyarakat menganggap kami ini sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). DImana biasanya

Perkenalan dengan Kadispora Lahat yang Baru

Ki-Ka: Zainul Idham, S.Pd, Drs. Sutoko,M.si, Bapak Hartawan, Kabid Program Dispora, Paulus Ricky Soegito

Produksi Kripik Singkong KUBE Ibu Mandiri

Dalam produksi kali ini singkong yang kami buat sebanyak 25 Kg. Proses yang dilakukan hampir sama proses pada awal kami buat. Namun yang beda pada proses pengirisan (perajangan singkong). Pada perajangan kali ini lebih berhati-hati dalam memotong, agar tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis.

Pembentukan KUBE Ibu Mandiri Sadan

Dalam pertemuan itu, awalnya kami perkenalkan nama kami selaku PSP3 dan juga maksud dan tujuan kami datang ke desa Sadan, desa mereka, dengan lama waktu dua tahun. Mereka sangat antusias dan welcome atas kehadiran kami. Kemudian alur dari pertemuan itu kami lanjutkan dengan memetakan potensi alam yang ada,

Tampilkan postingan dengan label Pemijahan lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemijahan lele. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

Studi Banding Mandiri ke Lubuk Linggau

Studi Banding ini kami lakukan secara mandiri dari dana pribadi ke Kota lubuk Linggau. Studi Banding ini kami lakukan bersama 4 orang peserta PSP3 dan 1 Orang penunjuk jalan yang dulu pernah bekerja di lubuk linggau, Ponimin namanya.  Empat  peserta PSP3 itu antara lain: Saya sendiri, Yopie Arifma, Rizki Alkharim dan M. Ridwan. Dalam perjalanan lokasi tujuan kami menggunakan motor untuk menmpuhnya. Jarak 200 KM tidak jadi masalah bagi kami karena memang semua kami dari kami didasari oleh rasa keingin tahuan yang sangat tinggi. Studi Banding ini kami lakukan cuma dua hari,  29-30 Mei 2014.
Tempat yang kami jumpai antara lain:
1.    Budidaya Pembesaran Ikan Nila dengan menggunakan kolam air deras

Budidaya ikan Nila pada kolam deras.
Kolam yang kami kunjungi ini adalah kolam dengan sistem air deras. Bibit yang disemai pada kolam ini sebanyak 3 ton dengan ukuran sebesar tiga jari. Harga perkilogramnya Rp.16.500. Kalo tiga ton?? berapa? :)
Pelet yang dipakai untuk pakan Nila ini adalah pelet merk COMFEED, dimana harga per karungnya adalah Rp. 275.000, per karung berisi 30 Kg. Dari awal  hingga panen, selama tiga bulan menghabiskan sebanyak 11 ton pelet. Berapa totalnya biayanya? kalkulasikan aja,.. :) :)

Omset bersih dalam sekali panen usaha ini adalah Rp. 52 juta. Hanya tiga bulan,.. amazing.. (sesuai dengan modalnya),..

Sedang berdiskusi dengan penjaga kolam Nila.


2.    Pembibitan ikan Nila yang luasnya 1,5 Hektar

Kolam seluas 1,5 hektar milik Pak Giran, untuk pembibitan Ikan Nila
Foto bersama Bapak Giran, pemilik Usaha pembibitan ikan Nila
Pak Giran sedang menjelaskan kepada kami proses dan tahapan pembibitan
Bibit ikan Nila yang baru berumur satu hari

3.    Pembibitan dan pembesaran ikan lele

Nah, ini yang memang kami buru ilmunya, pemijahan ikan lele dan pembesaran.   Dari tempat ini kami memperoleh banyak sekali ilmu (teori) tentang lele. Tapai rasanya masih kurang kalo cuma sehari, tidak bisa praktik langsung memijahnya, padahal itu yang kami inginkan.
Aquarium tempat penetasan telur ikan

Bibit lele yang abru di semai

Sampai larut malam kami berdiskusi semua tentang lele.

Dari tempat ini saya membeli Indukan dengan kualitas F2, sebanyak 5 ekor dengan harga 350 ribu. Yang terdiri dari 2 Jantan, 200 ribu dan 3 betina, 150 ribu. Indukan ini rencananya kami praktikkan di desa penempatan kami. Selain itu, kawan kami juga membeli bibit lele yang jumlahnya 500 ekor dengan harga 200 rupiah per ekor, jauh lebih murah dari harga pagar alam yang harganya 400 rupiah per ekor.

4.    Budidaya ayam potong.

Pada Budidaya lele, kami sendiri tidak ikut ke lokasi, karena kami lebih asyik dengan info tentang lele. Pada budidaya ayam potong ini, Rizki Al-Kharim lah yang berdiskusi dengan pemiliknya.



Thank.. gUys,..

Jumat, 16 Mei 2014

INGIN MENGHINDARI KEMATIAN LELE PADA AWAL BUDIDAYA?








Sangat mudah untuk dijumpai postingan di forum-forum yang menyatakan bahwa lelenya mengambang di permukaan, berdiri tegak ikut upacara dan kena penyakit ini itu dan pada akhirnya berujung pada kematian. Semangat yang berlebih diawal budidaya terkadang membuat kita terlupa untuk mempersiapkan media air tempat lele akan hidup dan tumbuh. Saking semangatnya ingin semuanya cepat namun yang terjadi justru lebih harus “panen” lebih awal, tiap hari nyerok lele yang mati.
KONSTRUKSI KOLAM
Kolam hendaknya dirancang untuk mempermudah perawatan, pergantian air dan pembuangan kotoran (baca postingan tentang konstruksi kolam).
STERILISASI KOLAM
Untuk kolam terpal/semen, kolam dibersihkan dari kerak atau lumut dan cuci dengan disinfectant. Untuk kolam baru dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa bahan kimia. Untuk kolam tanah, lakukan pengeringan, pengapuran dll (baca postingan budidaya di kolam tanah)
PERSIAPAN MEDIA
Persiapan media adalah langkah awal budidaya yang penting untuk menyediakan media bagi lele untuk hidup dan tumbuh. Standard kualitas media air bagi tumbuh kembangnya lele adalah :
- Ph air pada kisaran normal 7-8
- Kadar oksigen terlarut dalam air (dissolved oxygen-DO) 5 ppm
- Suhu ideal air kolam 25-280
Harus disadari bahwa lele terutama yang masih kecil (benih) sangat rentan terhadap segala bentuk perubahan baik itu Ph maupun suhu dan tidak suka air baru.
Persiapan media adalah mengkondisikan air agar “matang” bisa melalui :
- Pengendapan di bak penampungan selama 1 minggu, jika punya aerator dapat dinyalakan.
- Penambahan garam 100gr/m3, bertujuan untuk menekan pertumbuhan jamur/parasit dan menetralkan Ph. Dapat juga menggunakan dolomit untuk kolam dengan media tanah/semen yang cukup luas.
-Khusus untuk kolam statis dengan minim pergantian air, sangat disarankan untuk mempergunakan aplikasi mikroba untuk membantu mengola limbah organik dari feses dan sisa-sisa pakan.
-Daun papaya dapat juga diberikan di kolam selain untuk menetralkan Ph juga sebagai tempat “nangkring” benih
-Untuk benih, jangan ragu untuk mempergunakan sirkulasi kecil untuk membantu menyediakan kadar oksigen terlarut yang cukup atau aerasi kecil dan merata (jangan sampai menimbul arus yang terlalu besar yang dapat menguras tenaga lele untuk bertahan di tengah arus).
Sepanjang kita dapat memenuhi standard kualitas air seperti diatas sepanjang masa budidaya, diharapkan dapat menekan tingkat kematian.
FAKTOR BENIH
Jangan anggap enteng tentang kualitas benih karena bila salah memilih bisa gagal total:
- Benih harus berasal dari Indukan yang unggul yang telah mengalami pemuliaan dan perbaikan genetik, tidak asal besar.
- Hindari beli benih di pasar dengan sistem beli habis perkara, sebisa mungkin belilah dari pembenih yang Anda kenal dan terpercaya yang sudah punya pengalaman bagaimana cara mengirim benih yang benar dan minimal jika terjadi apa-apa dengan benih lele, Anda tahu kemana harus komplain.
- Benih harus sehat dan lincah
- Usahakan membeli benih yang berasal dari lingkungan yang mirip dengan kolam budidaya kita. Benih yang dipelihara di kolam tanah kurang cocok untuk dibudidayakan di kolam terpal/semen.
- Belilah benih yang sudah divaksinasi agar punya kekebalan terhadap penyakit dan lakukan vaksinasi lanjutan agar lele punya kekebalan pada level protective.
AKLIMATISASI
Penebaran benih merupakan kegiatan awal yang penting dalam budidaya lele, kesalahan dalam penebaran benih dapat berakibat fatal. Benih yang dibawa dengan transportasi jarak jauh akan membuat benih dalam kondisi lemah dan bila langsung ditebar, benih berpotensi stress dan bisa berujung pada kematian. Sebelum disebar perlu dilakukan aklimatisasi yaitu proses adaptasi/ penyesuaian dengan lingkungan kolam yang baru. (baca lebih lanjut pastingan terkait)
PADAT TEBAR
Padat tebat standard sekitar 200-300 ekor/m3, padar tebar bisa ditambah jika Anda sudah menguasai teknik budidaya dan daya dukung kolam memadai untuk menyediakan kualitas air yang layak untuk tumbuh kembangnya lele seperti diatas dengan tambahan alat bantu seperti aerasi/sirkulasi.
MENCEGAH LEBIH BAIK DARI MENGOBATI
Sudah banyak postingan tentang penyakit lele, namun terus terang mengobati lele apalagi jumlahnya banyak adalah pekerjaan yang membuang uang dan waktu yang akan menambah biaya produksi kita.
Sumber dari sebagian besar penyakit adalah kualitas air yang buruk yang disebabkan oleh akumulasi bahan organic yang membusuk, mencemari air kolam, menimbulkan gas beracun (ammonia), ph air drop dan menjadi media yang subur bagi berkembangnya jamur dan bakteri yang dapat menimbulkan penyakit pada lele, maka cara yang mudah dan murah adalah mencegah agar bakteri dan jamur sebagai sumber penyakit tidak berkembang biak dengan menjaga kualitas air :
- Rutin melakukan pergantian air
- Hindari overfeeding atau pemberian pakan secara berlebihan karena selain boros juga dapat cepat merusak kualitas air.
- Rutin membuang kotoran/air dasar kolam
- mengkultur mikroba baik agar mendominasi kolam dan menekan bakteri pathogen
- Melakukan monitoring kualitas air secara rutin dan mengambil langkah yang diperlukan jika kualitas air mulai turun. Penting bagi pembudidaya untuk memiliki alat ukur minimal Ph Meter
PENGGUNAAN HERBAL ALAMI
Kita bisa memanfaatkan tumbuhan yang mempunyai manfaat dalam budidaya lele baik untuk kesehatan lele atau yang mengandung zat imunostimulan untuk kekebalan terhadap serangan bakteri seperti bawang putih, daun sirih, kunyit dan daun papaya, daun ketapang, mengkudu dll.
Dengan menerapkan hal-hal tersebut diatas, diharapkan dapat menghindari kematian di awal budidaya dan bila kita bisa menjaga kualitas air tetap layak bagi tumbuh kembang lele, diharapkan bisa panen dengan hasil yang baik.
Salam dari kami Progo Mandiri Farm – mohon koreksi.

diambil dari: https://www.facebook.com/upr.progomandiri/posts/1424098594525660

Sortir Ikan Lele Kelompok Binaan Martinus Raro

Kelompok pemuda  binaan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3) di desa Sadan Kecamatan Jarai, Lahat, Sumsel,  yang berkarya dalam budidaya lele ini sedang mensortir ikan lele yang sudah berumur dua bulan. Terlambat memang waktu sortir, sehingga pertumbuhan lele tidak sama, ada yang besar dengan lebar badan 7 cm sebanyak delapan ekor, ada pula yang masih kecil, sama seperti keadaan waktu dulu tebar bibit.

Proses Pensortiran

Pertumbuhan Lele yang tidak sama

Lele yang besar-besar






Sortir Ikan Lele (i)

Sortir Ikan Lele (ii)

Persiapan Kolam Untuk Pemijahan Lele



Jum'at pagi, (16/2) agenda yang kami lakukan adalah mengangkat lumpur yang ada di kolam. Kolam berbentuk segitiga dengan panjang masing-masing sisi berkisar lima meter ini akan kami buat sebagai tempat penampungan indukan lele. Lele yang akan kami tebarkan sebanyak 10 indukan dengan 3 jantan dan 7 betina.

Kolam yang akan kami buat proses penampungan indukan lele

Menurut kawan PSP3 Aromantai, Yopi Arifma, yang juga ikut membantu dalam proses pengangkatan lumpur ini, kedalaman kolam untuk penampungan induk lele adalah sekitar 50 cm."Kolam untuk indukan yang baik dalamnya sekitar 50 cm", ucapnya.


Proses pendalaman kolam (1)

Proses pendalaman kolam (2)

Selain Yopi Arifma, pengangkatan lumpur untuk pemijahan lele ini dibantu oleh  kawan-kawan PSP3 lainnya, Martinus Raro,  dan Achmad Nidlomudin. Juga, kegiatan ini dibantu oleh Bambang, pemuda desa Sadan yang merupakan anak dari Bapak Aman, pemilik lahan.


Istirahat sambil ngopi setelah selesai melakukan pendalaman kolam (1)

Istirahat sambil ngopi setelah selesai melakukan pendalaman kolam (2)

Setelah dua jam lebih, akhirnya mengeruk lumpur dari kolam yang kedalaman awalnya 10 cm menjadi 50 cm kami nyatakan selesai dan kami biarkan dahulu untuk proses selanjutnya, yaitu pelepasan indukan. (qpl)