Profil Desa Sadan

Desa Sadan, adalah desa yang diapit oleh Bukit Barisan dan Gunung Dempo. Berada pada ketinggihan 710 meter dari permukaan laut dan di wilayah pegunungan membuat suhu di desa ini dingin. Berjarak ± 5 Km dari Kecamatan Jarai dan

Bimbingan Gratis PSP3 Desa Sadan

Kehadiran kami di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan ini mungkin masyarakat menganggap kami ini sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). DImana biasanya

Perkenalan dengan Kadispora Lahat yang Baru

Ki-Ka: Zainul Idham, S.Pd, Drs. Sutoko,M.si, Bapak Hartawan, Kabid Program Dispora, Paulus Ricky Soegito

Produksi Kripik Singkong KUBE Ibu Mandiri

Dalam produksi kali ini singkong yang kami buat sebanyak 25 Kg. Proses yang dilakukan hampir sama proses pada awal kami buat. Namun yang beda pada proses pengirisan (perajangan singkong). Pada perajangan kali ini lebih berhati-hati dalam memotong, agar tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis.

Pembentukan KUBE Ibu Mandiri Sadan

Dalam pertemuan itu, awalnya kami perkenalkan nama kami selaku PSP3 dan juga maksud dan tujuan kami datang ke desa Sadan, desa mereka, dengan lama waktu dua tahun. Mereka sangat antusias dan welcome atas kehadiran kami. Kemudian alur dari pertemuan itu kami lanjutkan dengan memetakan potensi alam yang ada,

Tampilkan postingan dengan label Desa Sadan Lahat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa Sadan Lahat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juni 2014

Monitoring PSP3 dari Dispora Lahat di Bulan Juni

Sebagai bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat terhadap keberadaan  Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3) yang di tempatkan di kecamatan Jarai, Sukamerindu dan Lahat, maka hari ini, Selasa (10/6) mereka melakukan monitoring terhadap PSP3.

Monitoring yang dilakukan oleh Dispora Lahat terhadap PSP3 Lahat, bertempat di balai desa Sadan Kec. Jarai

Teknis monitoring yang dilakukan kali ini adalah dengan mengumpulkan semua PSP3 disatu tempat, baru kemudian mereka meninjau ke masing-masing lokasi penempatan dan usaha yang dilakukan PSP3. Kebetulan kali ini pertemuannya berada di balai  Desa Sadan Kecamatan Jarai, desa Penempatan dari Qosim, S.Pd dan Martinus Raro, S.Ab. Tim Monitoring dari Dispora Lahat berjumlah 6 orang, diantaranya  adalah Ibu Siti, Ibu Yulita dan Mas Pajri dan 3 pegawai lainnya yang belum cukup kami kenal.

Pertemuan dimulai pada pukul 11.00 WIB siang. Pertemuan ini diawali dengan mengabsen masing-masing PSP3 yang hadir oleh Ibu Siti. Nampak semua PSP3 hadir ditempat. Kemudian Ibu siti melanjutkannya dengan menanyakan kendala-kendala yang dihadapi oleh PSP3 dalam menjalankan tugas di desa. Selama kurang lebih setengah jam berdiskusi, kemudian acara ini ditutup dengan makan bersama hasil dari Panen Lele dari usaha Qosim.

Tim Monitoring mengunjungi usaha budidaya ikan Mujair di Desa Sadan milik peserta PSP3, Qosim

Setelah makan siang bersama, tim monitoring kemudian meninjau lokasi usaha budidaya lele dari Martinus Raro, kemudian meninjau usaha budidaya lele dan mujair dari Qosim, dilanjutkan dengan meninjau usaha ayam potong yang dirintis oleh Rizki Al-kharim, dan diakhiri dengan meninjau lokasi Budidaya ikan Mujair yang dibudidayakan oleh Achmad Nidlomudin. (qpl)
 

Jumat, 16 Mei 2014

Pasar Mingguan itu Disebut Kalangan

Suasana kalangan di Pasar Jarai


Apakah arti kalangan? Jika kita mencari arti kata dari Kalangan di kamus Besar Bahasa Indonesia yang akan kita temukan adalah: ka·lang·an n galangan (kapal, perahu, dsb). Atau kemungkinan yang kedua adalh Kalangan berasal dari bahasa Bessemah yang tersusun dari kata: Kalang-an. Kalang, jika diartikan ke bahasa Indonesia artinya adalah ikan lele, ikan kalang orang besemah menyebutnya. Sedangkan -an adalah akhiran. Itu arti dari hasil otak-atik yang mungkin bisa nyambung. Tapi kayaknya gak bisa disambungkan, karena definisi Kalangan yang sebenarnya adalah pasar mingguan yang yang berada di setiap pasar kecamatan di daerah Besemah. Jika di Jawa Timur, istilah kalangan ini adalah pasaran.

Suasana pasar kalangan

Seorang pembeli sedang tawar menawar dengan penjual

Di pasar kecamatan Jarai, hari kalangan adalah setiap hari Sabtu. Para pedagang dari mana-mana datang untuk menggelar dagangannya, begitupun dengan para pembeli yang sangat ramai. Sangking ramainya setiap kalangan, membuat jalan lintas Bengkulu - Pagar Alam ini macet. Macet ini dikarenakan banyak angkutan desa yang parkir di jalan menunggu para pembeli. Ini salah satu hal negatif dari kalangan ini yang harusnya diantisipasi oleh pemerintah setempat agar tidak menggangu pengguna jalan.
Macet yang disebabkan ramainya kalangan
Dengan banyaknya penjual yang ada, harga yang ditawarkan ke pembelipun lebih murah dari  harga biasanya. Harga ikan Mujair misalnya yang harganya berkisar 25 ribu perkilogram pada hari biasa, di kalangan harganya bisa menjadi 20-22ribu per kilogram. (qpl)

Sabtu, 10 Mei 2014

BIMBINGAN BELAJAR PSP3 DESA SADAN

BIMBINGAN BELAJAR PSP3

Kehadiran kami di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan ini mungkin masyarakat menganggap kami ini sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). DImana biasanya Program Mahasiswa KKN adalah dengan memberikan Bimbingan belajar gratis kepada anak-anak sekolah di sekitar.

Qosim, S.Pd sedang memberikan bimbingan belajar di Balai Desa Sadan

Karena hal itu maka kemudian ada beberapa anak yang minta kursus. Dengan berbasik dari jebolan keguruan, maka 'hanya' begitu kemudian kami layani untuk memngajari mereka, membantu mereka dalam belajarnya.

Seriring dengan berjalannya waktu, dengan info dari mulut kemulut, anak didik kami pun terus bertambah. sehingga kami merasa kerepotan dalam mengajar. Terlebih dikarenakan kelas mereka yang tidak sama. Ada yang kelas 1,2,3,4,5,6 SD, ada pula yang SMP. Serta pelajaran yang mereka minta ajari juga tidak sama, lebih banyak pelajran matematika.


Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan



Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan




Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan

Untuk mengatasi hal itu, maka kami jadwal pelajaran yang kami ajarkan:
Senin mata pelajaran Matematika,
Selasa mata pelajaran IPA
Rabu mata pelajaran Bahasa Matematika,
Kamis Mata pelajaran Matematika, dan
Jum'at mata pelajaran Bebas.

Selain mata pelajaran, jam belajarnyapun kami atur:
1. 13.00 - 14.00 WIB Kelas 2-3
2. 14.00 - 15.00 WIB Kelas 4-5
3. 15.00 - 16.00 WIB Kelas 6-7
4. 16.00 - 17.00 WIB Kelas 8

Jumlah siswa kami pada saat itu mencapai 60 anak.  berikut nama-namanya:

No    Nama lengkap    Kelas
1    Adelia Putri    II
2    Berli Aji Saputra    II
3    Dessy Adha Yurisa    II
4    Indira Sukarti    II
5    Pipen Polenza     II
6    Yagi Pramuga    II
7    Ade Tria Utami    III
8    Cintya  Julianti    III
9    Desta Mulya Listara    III
10    Imelia Susanti    III
11    Karolin Ajelita    III
12    Lorenza Arizanda    III
13    Repa Oktriani    III
14    Selpia Anggaraini    III
15    Sifa Salsabila    III
16    Tara Aprilian Lestari    III
17    Yolanda Januarti    III
18    Sofi Fitriyah    IV
19    Vemas Arjuna    IV
20    Cindi Fajarian    IV
21    Marsela Dwi P    IV
22    Pitriya Adistriani    IV
23    Viola Nur Intan    IV
24    Rahman Januarti    IV
25    Ezen Mangkulangit    IV
26    Aika Nur Hariyati    IV
27    M. Yusuf Saleh    IV
28    Dona Elpadora    IV
29    Olpa Purnamasari    IV
30    Bagas Aldiansyah    IV
No    Nama lengkap    Kelas
31    Ade Dwi Banwarti    V
32    Iis Marista    V
33    Nia Sefka Sari    V
34    Pili Apriani    V
35    Puja Tria    V
36    Rindi Agusfrian    V
37    Tania Ayu P. H    V
38    Tesa Anggriani    V
39    Tesa Moneka    V
40    Tegar Januarta    V
41    Adef Putra Rivaldo    VI
42    Audita Putri Rahman    VI
43    Caca Yunita    VI
44    Cahya Delvia    VI
45    Gita permata sari    VI
46    Mayang Sepriyani    VI
47    Melani Nasya Putri    VI
48    Messy preti Sella    VI
49    Oktabel Khoibi    VI
50    Popi Deni lestari    VI
51    Robbeliy   Pra  yoga    VI
52    Tera Nurpaiza    VI
53    Yunisarita    VI
54    Yunita Gustina    VI
55    Astra Wira    VII
56    Bagaskara    VII
57    Elsa Mayori Agustia    VII
58    Peni Bela Agustari    VII
59    Amelia Berta    VIII
60    Lola Maizera    VIII

Proses Kegaiatan Belajar Mengajar pada setiap pertemuan

Selain siswa-siswa di atas, kemudian ada anak TK dan kelas 1 yang juga minta dilesi. kewalahan kami.

Banyaknya murid yang les dengan gratis ini, menemukan kendala. Salah satu kendalanya adalah rusaknya banyak rusaknya meja di balai Desa. Untuk mengatasi hal tersebut, meja yang memang terbuat dari bahan yang mudah rusak itu, kemudian kami modifikasi dengan tangan dan biaya sendiri. Kami benahi dan kami jadikan 5 meja kecil yang telah kami ukur dengan tinggi anak. Alhamdulillah ilmu pertukangan yang kami punyai bisa bermanfaat.

Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun, siswa yang kursus di balai Desa ini perlahan menjadi sedikit. Mereka sudah mulai malas. Karena bisa jadi mereka kursus hanya ikut-ikutan teman. Setelah bosan maka mereka memilih bermain.

Kegiatan Bimbingan belajar ini habis (tidak berjalan lagi) saat mulai liburan Semester 1, Bulan Januari 2014. karena sekolah libur, maka lesnya juga libur. Hingga awal masuk sekolah (liburan usai), ternyata tidak ada yang les lagi. Sebenarnya kami bisa untuk merangsang kembali anak-anak untuk kembali kursus, tapi akmi yang malas, dikarenakan memang kami di tugaskan ke desa bukan untuk mengajar seperti program INDONESIA MENGAJAR. Tepat 3 bulan kami mengadakan bimbingan belajar gratis ini.

PEMBELIAN ALAT PERAJANG DAN PENGEMAS

PEMBELIAN ALAT PERAJANG DAN PENGEMAS

Semangat dan kekompakan anggota Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Ibu Mandiri Sadan sangat besar. Melihat semangat itu, untuk memudahkan mereka dan juga mempercepat dalam setiap proses produksi, maka kami berinisitif untuk membelikan mereka dahulu Alat perajang Singkong dan Juga alat pengemas. Sambil, menunggu Dana Rintisan Usaha dari Kemenpora cair sebesar lima Juta.


Alat Pengemas Kripik yang kami gunakan seharga Rp. 180.000

Proses Pengemasan


Kami membeli alat ini di di Kabupaten Lahat dengan harga alat perajang Rp. 385.000 dan harga alat pengemas Rp. 180.000.
ALat perajang singkong manual dengan 4 mata pisau




Proses pemotongan kripik dengan alat yang baru dibeli


Dengan adanya kedua alat itu, proses produksi semakin cepat, lebih-lebih pada proses perajangan dimana alat perajang tersebut mempunyai empat mata pisau.

PRODUKSI KEDUA DAN DI PASARKAN

PRODUKSI KEDUA DAN DI PASARKAN

Setelah kita evaluasi bersama dengan semua anggota kelompok, terkait kripik yang dihasilkan pada praktik perdana, kemudian kita melanjutkan untuk melakukan produksi dalam skala kecil dan kemudian dipasarkan.

Proses Pemotongan Singkong

Proses Pemotongan Singkong

Proses Pemotongan Singkong


Dalam produksi kali ini singkong yang kami buat sebanyak 25 Kg. Proses yang dilakukan hampir sama proses pada awal kami buat. Namun yang beda pada proses pengirisan (perajangan singkong). Pada perajangan kali ini lebih berhati-hati dalam memotong, agar tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis.

Setelah proses selesai, maka hasilnya kami kemas menggunakan plastik kecil yang kami jual seharga Rp.400 ke toko dan toko menjualnya dengan harga Rp. 500. Pada proses pengemasan kami masih memakai alat sederhana berupa lilin. Dan, tidak lupa juga kami beri merk dalam kemasan tersebut. "KRIPIK PEDAS MANIS".



Singkong yang telah digoreng


Kripik SIngkong yang telah di beri bumbu "Pedas Manis"



Kripik Singkong yang telah dikemasi, di jual seharga Rp.400 ke toko/warung

Setelah dikemas, kemudian dimasukkan ke dalam plastik besar yang isinya sebanyak 40 bungkus kecil. kemudian dipasarkan ke toko-toko terdekat. Pendistribusian kripik ke toko-toko (warung) dilakukan oleh YUSKI, Pemuda yang mempunyai semangat besar dalam  berwirausaha.


Pemasaran ke Warung-warung sekitar

Pemasaran ke Warung-warung sekitar

Pemasaran ke Warung-warung sekitar

PRAKTIK PEMBUATAN KRIPIK SINGKONG PERTAMA

PRAKTIK PEMBUATAN KRIPIK SINGKONG PERTAMA


Sebagai tindak lanjut dari terbentuk kelompok, dimana telah disepakati untuk mengembangkan usaha kripik singkong, maka yang dilakukan kelompok adalah praktik membuat kripik singkong. Praktik dilakukan pada tanggal 27 September 2013 di balai Desa Sadan.

Pada praktik perdana ini, langkah-langkah (cara) yang dilakukan berdasarkan pengetahuan masing- masing tentang membuat kripik. Alat Yang digunakanpun masih manual.










Modal awal yang digunakan untuk praktik ini berasal dari gotong royong antar anggota. Ada yang membawa Singkongnya, ada yang membawa bumbunya, serta alat-alat perlengkapannya.

Singkong sebagai bahan dasar kripik pada praktik ini yang digunakan sebanyak 10 Kg. Pemotongannya (perajangan) dengan menggunakan pisau. ALhasil, potongan yang dihasilkan ketebalannya tidak sama, ada yang terlalu tebal, ada yang sedang, juga ada yang terlalu tipis sehingga hancur saat di Goreng.
Hasil Irirsan, ketebalannya tidak sama

Setelah dirajang, kemudian dicuci dan di rendam dengan air kapur selama 20 Menit. kemudian di cuci kembali dan di tiriskan.  baru kemudian di goreng.

Sambil menanti proses penggorengan yang memakan waktu paling lama dalam pembuatan kripik singkong ini, kelompok meracik bumbu yang akan mereka buat. Bumbu Pedas Manis. Setelah proses penggorengan selesai, kemudian bumbu ditumis, hingga mengeluarkan aroma yang harum. Setelah itu api kompor dimatikan, dan kripik yang telah digoreng tadi dicampur dengan bumbu di atas wajan yang masih panas. Diaduk secara perlahan agar kripik tidak hancur.

Mateng Dah kripiknya... kripik yang sudah mateng kemudian dibagi-bagikan ke masing-masing kelompok.

Kemudian kripik yang telah jadi kami evaluasi, hasilnya:
1. Kripik ada yang renyah, ada yang keras. Ini dikarenakan pada proses pengirisan yang tidak sama ketebalannya.
2. Bumbu pada kripik tidak merata.
3. Kripik yang dihasilkan hancur, disebabkan karena pada proses pencampumran Bumbu.

Dari evaluasi yang dami dapatkan, hasil evaluasi kami itu kami bawa ke rapat evaluasi anggota.

Pengurus KUBE Ibu Mandiri




Foto Bersama PSP3 Sadan Dengan semua pengurus KUBE IBU Mandiri
 SUSUNAN PENGURUS
Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
“IBU MANDIRI SADAN”
 
Ketua             :   Yumili Tita Apriani
Sekretaris        :   Asti
Bendahara      :   Suwarti
Anggota         :  

 -Listri      
 - Siliana
- Lili       
- Susni
-Lestara       
- Surita
-Miri        
- Lesta
-Khomsiyah       
- Yeni
-Meri       

 - Neri

Senin, 24 Maret 2014

PROFIL DESA

Desa Sadan, adalah desa yang diapit oleh Bukit Barisan dan Gunung Dempo. Berada pada ketinggihan 710 meter dari permukaan laut dan di wilayah pegunungan membuat suhu di desa ini dingin. Berjarak  ± 5 Km dari Kecamatan Jarai dan ± 78 Km dari kabupaten Lahat. Bentuk desa Sadan ini memanjang, mengikuti jalan Lintas Bengkulu – Pagar ALam yang membagi desa Sadan menjadi dua bagian.  Desa Sadan ini dibagian timur berbatasan dengan Desa Penantian, bagian barat dibatasi oleh desa Bandu Agung, sebelah utara di batasi oleh Bukit Barisan dan di sebelah selatan dibatasi oleh Gunung Dempo.

Berdasarkan dari dinas kependudukan pada tahun 2013, desa ini memiliki sebanyak 1706 jiwa, yang terdiri dari 885 laki-laki dan 821 perempuan.

Dalam bidang ekonomi, seperti kondisi desa pada umumnya, masyarakat desa Sadan  mata pencahariannya adalah petani dan pekebun. Komoditas pertanian adalah padi (persawahan) dan tanaman holtikultura. Sedangkan komoditas perkebunan yang paling dominan adalah kopi dan cokelat (kakau).


Mantan Ibu Kades, Yudiansyah Manarus (Mantan Kadess), Qosim (PSP3), Mirhan Suhadi (Kades) serta Ibu Kades. (Kiri ke kanan)

Dalam bidang pemerintahan di desa Sadan ini masih belum optimal. Ini bisa dilihat dari Kantor Kepala desa (balai) yang selalu kosong setiap hari, perangkat desa tidak ada yang mengantor, mengantornya hanya jika ada rapat desa. Hal yang seperti ini masih lumrah dan banyak terjadi di desa-desa lain di kabupaten Lahat. Dalam penyelenggaraan administrasi, masyarakat masih mengurus ke Rumah Sekdes, Pak Misran. Namun, sampai saat ini masih belum ada kendala dalam bidang administrasi. Desa Sadan ini sekarang di bagi menjadi empat dusun: Dusun I, Dusun II, Dusun III, dan Dusun IV. Adanya empat dusun itu adalah pembaharuan dari 3 dusun pada dulunya: Tanjung Baru, Sadan, dan Tanjung Petung.

Dalam bidang Pendidikan, kesadaran masyarakat masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari masih minimnya lulusan sarjana. Juga, di desa ini lembaga pendidikan Sekolah Dasar hanya ada satu, Pendidikan PAUD, TK, SMP dan SMA masih keluar desa untuk menempuhnya.

Senin, 03 Juni 2013

Laporan Bulan Nopember 2013




Lopran bulan Nopember 2013 bisa di klik disini:
Laporan Bulan Nopember 2013

Rapat Anggota KUBE Ibu Mandiri Sadan


Rapat anggota ini dilaksanakan pada tanggal 14 Nopember 2013, setelah maghrib di balai desa Sadan. Rapat ini kami jadikan sebagai evaluasi kelompok, baik dalam bidang pengolahan produksi, keuangan dan keanggotaan.  Juga, dalam rapat ini juga membahas tentang rencana uang lima juta yang akan diterima sebagai dana rintisan peserta PSP3. 

 
Rapat Anggota KUBE IBU MANDIRI SADAN

Para anggota tanpak serius dalam rapat ini

Peserta PSP3 sedang menuliskan rencana pembelian alat-alat produksi


Rapat ini dihadiri oleh 11 anggota, 1 anggota tidak hadir. Lebih lengkap, notulensinya sebagai berikut:
-     Modal usaha yang digunakan pada produksi selanjutnya adalah milik kelompok ditunjang dengan pinjaman dari peserta PSP3 sebesar Rp. 170.000
-     Kelompok berusaha untuk membuat kemasan kripik yang dibuat lebih menarik dan kelihatan banyak, menipu konsumen, serta rasanya tidak keras.
-     Dalam rapat ini juga disepakati bahwa kegiatan produksi akan dilaksanakan sebanyak 2x dalam seminggu yaitu pada Jumat dan Selasa.
-     Kelompok berencana untuk membelanjakan uang (5 juta, Rintisan Usaha) untuk membeli perlengkapan dan modal dengan rincian sebagai berikut:

No Nama Barang Kuantitas Harga satuan Jumlah Harga
1 Kompor besar                   2    450.000              900.000
2 Baskom                   3      25.000                75.000
3 Wajan Ukuran 32                   1    300.000              300.000
4 Wajan Ukuran 28                   2    250.000              500.000
5 Saringan besar                   3      50.000              150.000
6 Saringan gorengan                   3      20.000                60.000
7 Sudip Besar                   1      35.000                35.000
8 Sudip Sedang                   2      15.000                30.000
9 Baskom sedang                   4      50.000              200.000
10 Nampan besar                   2      50.000              100.000
11 Mesin Potong singkong manual                   1    400.000              400.000
12 Mesin Pengemas                   1    200.000              200.000
13 Ember                   2      15.000                30.000
14 Keranjang                   3      30.000                90.000
15 Modal Usaha              1.930.000
TOTAL KESELURUHAN          5.000.000

Produksi dan Pemasaran Kripik Singkong, 6-8 Nopember 2013


Produksi tanggal 6-7 Nopember 2013


Sebagai tindak lanjut dari produksi sebelumnya dimana setiap kali produksi kita masih mencoba menemukan cara-cara yang ideal, baik dari segi cara pengolahan, rasa yang diharapkan dan juga mogal yang digunakan agar sesedikit mungkin dengan laba yang maksimal.
Pada produksi kali ini, kelompok memproduksi lebih banyak dari biasanya yakni 60Kg, ukuran produksi paling banyak selama kami produksi.  Untuk mengantisipasi hal itu, maka kelompok berinisiatif untuk melakukan pengupasan dan pemotongan pada malam hari, usai sholat maghrib.


Singkong yang disiap dirajang
Dan, selesai juga sekitar pukul 22.00 WIB. Lamanya proses ini dikarenakan:
-    Anggota kelompok ada yang tidak hadir
-    Pada proses pemotongan, anggota yang hadir tidak seluruhnya memotong, kebanyakan cuma ngerumpi dan melihat proses yang dilakukan oleh mesin manual (mesin perajang singkong manual)
Setelah dipotong (dirajang), kemudian direndam semalaman. Pada pagi harinya, irisan singkong tersebut kemudian di tiriskan, kemudian dimasukkan kedalam larutan yang telah berisi garam, bawang merah dan putih, serta soda kue, di rendam kurang lebih lebih 30 menit.


Proses perajangan

Proses perajangan

Proses Perajangan

Pada proses penggorengan, dikarenakan banyaknya singkong yang dibuat, ada kesalahan yang kami (kelompok) lakukan, yaitu terlalu banyak memasukkan irisan singkong itu ke wajan yang tidak proporsional dengan minyak yang ada di wajan. Hasilnya, kripik tersebut memakan waktu yang cukup lama untuk matang dalam satu gorengan, serta hasil kripiknya juga tidak bagus, banyak yang menenpel antar satu dengan yang lain, juga kripik yang dihasilkan tidak mengembang, malah mengecil dan agak keras. Selain hal itu, lamanya proses penggorengan dikarenakan kompor yang digunakan adalah kompor masak, kompor kecil. Dalam proses penggerengan ini kami memakai mentega untuk

Setelah digoreng, ditiriskan. Kemudian bumbu “Pedas Manis” racikan kami ditumis. Setelah berbau harum, kripik tersebut dimasukkan ke dalam wajan besar untuk diaduk, sementara kompornya di matikan. Dalam proses pencampuran bumbu ini ada beberapa kendala yang di hasilkan:
-    Kripik singkongnya hancur, menjadi kecil-kecil
-    Banyak minyak yang lengket ke kripiknya, sehingga terlihat basah oleh minyak, dan juga ini sangat merugikan, karena butuh boros minyak.
Setelah proses pencampuran bumbu, didiamkan kurang lebih 10 menit kemudian dilakukan pengemasan. Pengemasan dilakukan dengan menggunakan Mesin kemas plastik, Tipe PCS200C (panjang 20 cm), yang kami beli dulu melalui uang pribadi. Kendala dalam proses ini adalah belum bisanya anggota dalam mennggunakan mesin kemas. Mereka masih belum bisa mengukur panasnya mesin dengan plastik yang digunakan, kadang terlalu panas, kadang juga terlalu dingin. Jika terlalu panas, menyebabkan  plastik meleleh, sehingga perlu di ganti dengan plastik yang baru agar kemasannya menarik. Jika terlalu dingin, dan ini yang sering terjadi, menyebabkan plastik yang dikemas, hanya menempel sebentar kemudian terlepas. Selain kendala diatas, pada proses pengemasan ini, kami masih belum bisa membuat kemasan menjadi menarik untuk dipandang. Karena memang kripik yang kami produksi, kebanyakan hancur. Selain itu, isi yang terlalu sedikit, dalam satu kemasan yang harganya Rp. 400, - (untuk pedagang) dan Rp. 500,- untuk konsumen, juga menjadi kendala bagi kami untuk terus belajar menemukan yang terbaik.

Kripik yang siap dipasarkan

Untuk kripik yang kami pasarkan ke warung-warung, dikemas dalam plastik besar (pack). Dalam satu plastik besar (pack) berisi 40 bungkus  plastik kecil.

Pemasaran Kripik Singkong, 8 Nopember 2013


Seperti biasa, setelah kami produksi, maka yang kami lakukan adalah memasarkannya. Dalam proses ini kami telah memberdayakan pemuda yang masih belum memiliki pekerjaan tetap. Mereka keliling ke warung-warung untuk memasarkan hasil produksi.  Untuk ketentuan harga ke warung sebagai berikut:
-          Jika dibeli langsung, di bayar tunai, maka harganya Rp. 15.000,-
-          Jika dititipkan, nunggu barang habis, harganya Rp. 16.000,-