LOGO PSP3

LOGO PSP3

Profil Desa Sadan

Desa Sadan, adalah desa yang diapit oleh Bukit Barisan dan Gunung Dempo. Berada pada ketinggihan 710 meter dari permukaan laut dan di wilayah pegunungan membuat suhu di desa ini dingin. Berjarak ± 5 Km dari Kecamatan Jarai dan

Bimbingan Gratis PSP3 Desa Sadan

Kehadiran kami di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan ini mungkin masyarakat menganggap kami ini sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). DImana biasanya

Perkenalan dengan Kadispora Lahat yang Baru

Ki-Ka: Zainul Idham, S.Pd, Drs. Sutoko,M.si, Bapak Hartawan, Kabid Program Dispora, Paulus Ricky Soegito

Produksi Kripik Singkong KUBE Ibu Mandiri

Dalam produksi kali ini singkong yang kami buat sebanyak 25 Kg. Proses yang dilakukan hampir sama proses pada awal kami buat. Namun yang beda pada proses pengirisan (perajangan singkong). Pada perajangan kali ini lebih berhati-hati dalam memotong, agar tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis.

Pembentukan KUBE Ibu Mandiri Sadan

Dalam pertemuan itu, awalnya kami perkenalkan nama kami selaku PSP3 dan juga maksud dan tujuan kami datang ke desa Sadan, desa mereka, dengan lama waktu dua tahun. Mereka sangat antusias dan welcome atas kehadiran kami. Kemudian alur dari pertemuan itu kami lanjutkan dengan memetakan potensi alam yang ada,

Tampilkan postingan dengan label PSP3 Kemenpora RI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSP3 Kemenpora RI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juni 2014

Monitoring PSP3 dari Dispora Lahat di Bulan Juni

Sebagai bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat terhadap keberadaan  Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3) yang di tempatkan di kecamatan Jarai, Sukamerindu dan Lahat, maka hari ini, Selasa (10/6) mereka melakukan monitoring terhadap PSP3.

Monitoring yang dilakukan oleh Dispora Lahat terhadap PSP3 Lahat, bertempat di balai desa Sadan Kec. Jarai

Teknis monitoring yang dilakukan kali ini adalah dengan mengumpulkan semua PSP3 disatu tempat, baru kemudian mereka meninjau ke masing-masing lokasi penempatan dan usaha yang dilakukan PSP3. Kebetulan kali ini pertemuannya berada di balai  Desa Sadan Kecamatan Jarai, desa Penempatan dari Qosim, S.Pd dan Martinus Raro, S.Ab. Tim Monitoring dari Dispora Lahat berjumlah 6 orang, diantaranya  adalah Ibu Siti, Ibu Yulita dan Mas Pajri dan 3 pegawai lainnya yang belum cukup kami kenal.

Pertemuan dimulai pada pukul 11.00 WIB siang. Pertemuan ini diawali dengan mengabsen masing-masing PSP3 yang hadir oleh Ibu Siti. Nampak semua PSP3 hadir ditempat. Kemudian Ibu siti melanjutkannya dengan menanyakan kendala-kendala yang dihadapi oleh PSP3 dalam menjalankan tugas di desa. Selama kurang lebih setengah jam berdiskusi, kemudian acara ini ditutup dengan makan bersama hasil dari Panen Lele dari usaha Qosim.

Tim Monitoring mengunjungi usaha budidaya ikan Mujair di Desa Sadan milik peserta PSP3, Qosim

Setelah makan siang bersama, tim monitoring kemudian meninjau lokasi usaha budidaya lele dari Martinus Raro, kemudian meninjau usaha budidaya lele dan mujair dari Qosim, dilanjutkan dengan meninjau usaha ayam potong yang dirintis oleh Rizki Al-kharim, dan diakhiri dengan meninjau lokasi Budidaya ikan Mujair yang dibudidayakan oleh Achmad Nidlomudin. (qpl)
 

Senin, 02 Juni 2014

Studi Banding Mandiri ke Lubuk Linggau

Studi Banding ini kami lakukan secara mandiri dari dana pribadi ke Kota lubuk Linggau. Studi Banding ini kami lakukan bersama 4 orang peserta PSP3 dan 1 Orang penunjuk jalan yang dulu pernah bekerja di lubuk linggau, Ponimin namanya.  Empat  peserta PSP3 itu antara lain: Saya sendiri, Yopie Arifma, Rizki Alkharim dan M. Ridwan. Dalam perjalanan lokasi tujuan kami menggunakan motor untuk menmpuhnya. Jarak 200 KM tidak jadi masalah bagi kami karena memang semua kami dari kami didasari oleh rasa keingin tahuan yang sangat tinggi. Studi Banding ini kami lakukan cuma dua hari,  29-30 Mei 2014.
Tempat yang kami jumpai antara lain:
1.    Budidaya Pembesaran Ikan Nila dengan menggunakan kolam air deras

Budidaya ikan Nila pada kolam deras.
Kolam yang kami kunjungi ini adalah kolam dengan sistem air deras. Bibit yang disemai pada kolam ini sebanyak 3 ton dengan ukuran sebesar tiga jari. Harga perkilogramnya Rp.16.500. Kalo tiga ton?? berapa? :)
Pelet yang dipakai untuk pakan Nila ini adalah pelet merk COMFEED, dimana harga per karungnya adalah Rp. 275.000, per karung berisi 30 Kg. Dari awal  hingga panen, selama tiga bulan menghabiskan sebanyak 11 ton pelet. Berapa totalnya biayanya? kalkulasikan aja,.. :) :)

Omset bersih dalam sekali panen usaha ini adalah Rp. 52 juta. Hanya tiga bulan,.. amazing.. (sesuai dengan modalnya),..

Sedang berdiskusi dengan penjaga kolam Nila.


2.    Pembibitan ikan Nila yang luasnya 1,5 Hektar

Kolam seluas 1,5 hektar milik Pak Giran, untuk pembibitan Ikan Nila
Foto bersama Bapak Giran, pemilik Usaha pembibitan ikan Nila
Pak Giran sedang menjelaskan kepada kami proses dan tahapan pembibitan
Bibit ikan Nila yang baru berumur satu hari

3.    Pembibitan dan pembesaran ikan lele

Nah, ini yang memang kami buru ilmunya, pemijahan ikan lele dan pembesaran.   Dari tempat ini kami memperoleh banyak sekali ilmu (teori) tentang lele. Tapai rasanya masih kurang kalo cuma sehari, tidak bisa praktik langsung memijahnya, padahal itu yang kami inginkan.
Aquarium tempat penetasan telur ikan

Bibit lele yang abru di semai

Sampai larut malam kami berdiskusi semua tentang lele.

Dari tempat ini saya membeli Indukan dengan kualitas F2, sebanyak 5 ekor dengan harga 350 ribu. Yang terdiri dari 2 Jantan, 200 ribu dan 3 betina, 150 ribu. Indukan ini rencananya kami praktikkan di desa penempatan kami. Selain itu, kawan kami juga membeli bibit lele yang jumlahnya 500 ekor dengan harga 200 rupiah per ekor, jauh lebih murah dari harga pagar alam yang harganya 400 rupiah per ekor.

4.    Budidaya ayam potong.

Pada Budidaya lele, kami sendiri tidak ikut ke lokasi, karena kami lebih asyik dengan info tentang lele. Pada budidaya ayam potong ini, Rizki Al-Kharim lah yang berdiskusi dengan pemiliknya.



Thank.. gUys,..

Jumat, 16 Mei 2014

Pasar Mingguan itu Disebut Kalangan

Suasana kalangan di Pasar Jarai


Apakah arti kalangan? Jika kita mencari arti kata dari Kalangan di kamus Besar Bahasa Indonesia yang akan kita temukan adalah: ka·lang·an n galangan (kapal, perahu, dsb). Atau kemungkinan yang kedua adalh Kalangan berasal dari bahasa Bessemah yang tersusun dari kata: Kalang-an. Kalang, jika diartikan ke bahasa Indonesia artinya adalah ikan lele, ikan kalang orang besemah menyebutnya. Sedangkan -an adalah akhiran. Itu arti dari hasil otak-atik yang mungkin bisa nyambung. Tapi kayaknya gak bisa disambungkan, karena definisi Kalangan yang sebenarnya adalah pasar mingguan yang yang berada di setiap pasar kecamatan di daerah Besemah. Jika di Jawa Timur, istilah kalangan ini adalah pasaran.

Suasana pasar kalangan

Seorang pembeli sedang tawar menawar dengan penjual

Di pasar kecamatan Jarai, hari kalangan adalah setiap hari Sabtu. Para pedagang dari mana-mana datang untuk menggelar dagangannya, begitupun dengan para pembeli yang sangat ramai. Sangking ramainya setiap kalangan, membuat jalan lintas Bengkulu - Pagar Alam ini macet. Macet ini dikarenakan banyak angkutan desa yang parkir di jalan menunggu para pembeli. Ini salah satu hal negatif dari kalangan ini yang harusnya diantisipasi oleh pemerintah setempat agar tidak menggangu pengguna jalan.
Macet yang disebabkan ramainya kalangan
Dengan banyaknya penjual yang ada, harga yang ditawarkan ke pembelipun lebih murah dari  harga biasanya. Harga ikan Mujair misalnya yang harganya berkisar 25 ribu perkilogram pada hari biasa, di kalangan harganya bisa menjadi 20-22ribu per kilogram. (qpl)

Rabu, 14 Mei 2014

Rapat Bulanan dan Perkenalan dengan Kadispora Lahat

Seiring dengan dengan usainya penyelenggaraan pemilihan calon legislatif di kabupaten Lahat, Bapak Bupati Lahat, Aswari Rivai, melakukan perombakan besar-besaran pada PNS bawahannya. Entah ini merupakan dampak pileg atau memang skenario ideal pemerintahan kab. Lahat yang merupakan rancangan Bapak Bupati sebelum menjabat kedua kalinya. Dalam mutasi ini, kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Bapak Masroni, dimutasi dan digantikan oleh Bapak Drs. Sutoko, M.Si sebagai kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang baru.

Bertepatan dengan adanya rapat bulanan yang kebetulan di selenggarakan di Kelurahan Sari Bunga Mas, Kecamatan Lahat, pada hari Senin (12/5), maka kami mengambil kesempatan itu untuk mendatangkan kepala Dinas yang baru sebagai momen untuk berkenalan dengan kami. Awalnya kabid Kepemudaan, Bapak Zainul Idham kurang bisa memastikan bisa mendatangkan beliau, karena beliau sedang sibuk dengan masih rangkap jabatannya dengan menjadi kepala sekolah STM. Namun, sehari sebelum acara dilaksanakan, Bapak Zainul Idham memberikan kabar bahwa kepala dinas, bisa hadir dalam rapat bulanan yang kami selenggarakan.

Senin, di hari kedua belas bulan Mei, kami pun berangkat dari desa penempatan sekitar pukul 9.00 WIB dengan menaiki mobil carry yang kami carter. Setelah naik turun pengunungan dan bukit, setelah melewati peralihan cuaca dari dingin ke panas, setelah melalui kota Pagar Alam, setelah lebih dua jam melintas, kami pun sampai di lokasi pertemuan rapat bulanan di kelurahan Sari Bunga Mas, tempat penempatan dari kawan kami, Ricky Sugito. Rupanya, Bapak kepala Dinas yang baru beserta perangkatnya sudah lama menunggu kami di kelurahan tersebut.

Selang beberapa menit, seteleh kita sejenak bernafas menghirup udara bebas, menghilangkan sedikit penat yang timbul dalam perjalanan, acarapun di mulai. Ada 4 orang yang duduk di depan forum, ada Bapak Zain Idham (kabid kepemudaan), Kepala Dinas, Drs. Sutoko, M.Si, Kepala Kelurahan Sari bungaMas, Bapak Hartawan dan Kepala Bidang Program Dispora yang dulunya menjadi camat Tanjung Tebat. Paulus Ricky Soegito, membuka rapat tersebut. Dilanjutkan dengan Sambutan oleh kepala Bidang Kepemudaan Dispora Lahat, Zainul Idham. dalam Sambutannya, beliau menyampaikan laporan keberadaan PSP3 Lahat yang semula berjumlah 12 orang tinggal 11 Orang, 1 orang pulang berasal dari Papua tanpa pamit. Selain itu, beliau juga menyampaikan, bahwa PSP3 di Kabupaten Lahat ini usaha yang di jalankan kebanyakan adalah budidaya Lele.

Ki-Ka: Zainul Idham, S.Pd, Drs. Sutoko,M.si, Bapak Hartawan, Kabid Program Dispora, Paulus Ricky Soegito
Drs. Sutoko, M.Si, Sedang memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan diri




Sambutan selanjutnya adalah dari Bapak Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Lahat, Drs. Sutoko, M.Si. Dalam sambutannya beliau berpesan kepada PSP3, agar memanfaatkan kesempatan yang telah di berikan pemerintah, untuk melakukan yang terbaik, bagi desa yang di tempati. Selain itu, beliau berpesan agar kita melakukan koreksi diri terhadap keberadaan kita di desa penempatan. Titik tekan yang harus di koreksi dari delapan bulan PSP3 tinggal di desa adalah dampaknya terhadap masyarkat, apakah bermanfaat ataukah merugikan. Beliau juga berpesan kepada kami, agar selalu berkoordinasi dengan perangkat-perangkat pemerintahan, dari kades hingga Camat serta tokoh-tokoh masyarakat di desa itu, agar terciptanya hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan untuk kemajuan desa. Kemudian di akhir sambutannya, beliau memperkenalkan diri.

Acara selanjutnya, perkenalan  dan pemaparan usaha yang dilakukan  serta kendalanya oleh masing-masing PSP3. Dimulai dari kami sendiri dengan usaha Kripik SIngkong, Budidaya lele dan budidaya Mujair. Dilanjutkan oleh Getreda Laga Hae dengan budidaya lelenya, Achmad Nidlomuddin dengan Budidaya lele juga, Feby Ishak Seran dengan krajinan flanelnya, Yopi Arifma dengan usaha itik dan lelenya, Martinus Raro dengan usaha lelenya, Rizki Al-Kharim dengan budaya ayam potongnya, Mery dengan usaha lelenya, Kudrat dengan usaha lelenya, Ridwan juga lele, dan di akhiri oleh Paulus Ricky Soegito yang juga membudidayakan usaha lele. Tidak lupa kami menambahkan, bahwa PSP3 Lahat telah mempunya web resmi psp3lahat.tk yang kami gunakan sebagai alat untuk mengenang dan mengabadikan apa yang telah kita lakukan dan juga sebagai  media informasi bagi adik-adik psp3 selanjutnya.

Martinus Raro, S.AB sedang memperkenalkan diri dan menjelaskan usahanya

Yopi Arifma, S. Pd, sedang memperkenalkan didi dan menjelaskan usaha itiknya.

Setelah perkenalan, Bapak Kepala Bidang Kepemudaan, Zainul Idham, mengapresiasi terhadap kenerja yang dilakukan selama 8 bulan di kabupaten Lahat. Juga menurut unformasi yang telah didapatnya dari dispora provinsi Sumatera Selatan, PSP3 yang ada di Kabupaten Lahat lebih baik dari PSP3  Pagar Alam.

Bapak Sutoko, kadispora Lahat, juga menambahkan akan mendukung usaha yang telah dilakukan oleh PSp3 yang kebanyakan adalah usaha lele. Salah satu dukungan yang diberikan adalah dengan menjanjikan akan mengadakan kegiatan studi banding ke perikanan ikan lele yang melakukan pemijahan di sekitar lahat yang telah berhasil.

Acara berlangsung nyaman dan tertib, meskipun cuaca lahat yang sangat panas. Acara pertemuan dan perkenalan dengan kadispora  baru ini kemudian ditutup dengan makan bersama. (qpl)

Sabtu, 10 Mei 2014

PRODUKSI KEDUA DAN DI PASARKAN

PRODUKSI KEDUA DAN DI PASARKAN

Setelah kita evaluasi bersama dengan semua anggota kelompok, terkait kripik yang dihasilkan pada praktik perdana, kemudian kita melanjutkan untuk melakukan produksi dalam skala kecil dan kemudian dipasarkan.

Proses Pemotongan Singkong

Proses Pemotongan Singkong

Proses Pemotongan Singkong


Dalam produksi kali ini singkong yang kami buat sebanyak 25 Kg. Proses yang dilakukan hampir sama proses pada awal kami buat. Namun yang beda pada proses pengirisan (perajangan singkong). Pada perajangan kali ini lebih berhati-hati dalam memotong, agar tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis.

Setelah proses selesai, maka hasilnya kami kemas menggunakan plastik kecil yang kami jual seharga Rp.400 ke toko dan toko menjualnya dengan harga Rp. 500. Pada proses pengemasan kami masih memakai alat sederhana berupa lilin. Dan, tidak lupa juga kami beri merk dalam kemasan tersebut. "KRIPIK PEDAS MANIS".



Singkong yang telah digoreng


Kripik SIngkong yang telah di beri bumbu "Pedas Manis"



Kripik Singkong yang telah dikemasi, di jual seharga Rp.400 ke toko/warung

Setelah dikemas, kemudian dimasukkan ke dalam plastik besar yang isinya sebanyak 40 bungkus kecil. kemudian dipasarkan ke toko-toko terdekat. Pendistribusian kripik ke toko-toko (warung) dilakukan oleh YUSKI, Pemuda yang mempunyai semangat besar dalam  berwirausaha.


Pemasaran ke Warung-warung sekitar

Pemasaran ke Warung-warung sekitar

Pemasaran ke Warung-warung sekitar

PRAKTIK PEMBUATAN KRIPIK SINGKONG PERTAMA

PRAKTIK PEMBUATAN KRIPIK SINGKONG PERTAMA


Sebagai tindak lanjut dari terbentuk kelompok, dimana telah disepakati untuk mengembangkan usaha kripik singkong, maka yang dilakukan kelompok adalah praktik membuat kripik singkong. Praktik dilakukan pada tanggal 27 September 2013 di balai Desa Sadan.

Pada praktik perdana ini, langkah-langkah (cara) yang dilakukan berdasarkan pengetahuan masing- masing tentang membuat kripik. Alat Yang digunakanpun masih manual.










Modal awal yang digunakan untuk praktik ini berasal dari gotong royong antar anggota. Ada yang membawa Singkongnya, ada yang membawa bumbunya, serta alat-alat perlengkapannya.

Singkong sebagai bahan dasar kripik pada praktik ini yang digunakan sebanyak 10 Kg. Pemotongannya (perajangan) dengan menggunakan pisau. ALhasil, potongan yang dihasilkan ketebalannya tidak sama, ada yang terlalu tebal, ada yang sedang, juga ada yang terlalu tipis sehingga hancur saat di Goreng.
Hasil Irirsan, ketebalannya tidak sama

Setelah dirajang, kemudian dicuci dan di rendam dengan air kapur selama 20 Menit. kemudian di cuci kembali dan di tiriskan.  baru kemudian di goreng.

Sambil menanti proses penggorengan yang memakan waktu paling lama dalam pembuatan kripik singkong ini, kelompok meracik bumbu yang akan mereka buat. Bumbu Pedas Manis. Setelah proses penggorengan selesai, kemudian bumbu ditumis, hingga mengeluarkan aroma yang harum. Setelah itu api kompor dimatikan, dan kripik yang telah digoreng tadi dicampur dengan bumbu di atas wajan yang masih panas. Diaduk secara perlahan agar kripik tidak hancur.

Mateng Dah kripiknya... kripik yang sudah mateng kemudian dibagi-bagikan ke masing-masing kelompok.

Kemudian kripik yang telah jadi kami evaluasi, hasilnya:
1. Kripik ada yang renyah, ada yang keras. Ini dikarenakan pada proses pengirisan yang tidak sama ketebalannya.
2. Bumbu pada kripik tidak merata.
3. Kripik yang dihasilkan hancur, disebabkan karena pada proses pencampumran Bumbu.

Dari evaluasi yang dami dapatkan, hasil evaluasi kami itu kami bawa ke rapat evaluasi anggota.

Pengurus KUBE Ibu Mandiri




Foto Bersama PSP3 Sadan Dengan semua pengurus KUBE IBU Mandiri
 SUSUNAN PENGURUS
Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
“IBU MANDIRI SADAN”
 
Ketua             :   Yumili Tita Apriani
Sekretaris        :   Asti
Bendahara      :   Suwarti
Anggota         :  

 -Listri      
 - Siliana
- Lili       
- Susni
-Lestara       
- Surita
-Miri        
- Lesta
-Khomsiyah       
- Yeni
-Meri       

 - Neri

Senin, 24 Maret 2014

PROFIL DESA

Desa Sadan, adalah desa yang diapit oleh Bukit Barisan dan Gunung Dempo. Berada pada ketinggihan 710 meter dari permukaan laut dan di wilayah pegunungan membuat suhu di desa ini dingin. Berjarak  ± 5 Km dari Kecamatan Jarai dan ± 78 Km dari kabupaten Lahat. Bentuk desa Sadan ini memanjang, mengikuti jalan Lintas Bengkulu – Pagar ALam yang membagi desa Sadan menjadi dua bagian.  Desa Sadan ini dibagian timur berbatasan dengan Desa Penantian, bagian barat dibatasi oleh desa Bandu Agung, sebelah utara di batasi oleh Bukit Barisan dan di sebelah selatan dibatasi oleh Gunung Dempo.

Berdasarkan dari dinas kependudukan pada tahun 2013, desa ini memiliki sebanyak 1706 jiwa, yang terdiri dari 885 laki-laki dan 821 perempuan.

Dalam bidang ekonomi, seperti kondisi desa pada umumnya, masyarakat desa Sadan  mata pencahariannya adalah petani dan pekebun. Komoditas pertanian adalah padi (persawahan) dan tanaman holtikultura. Sedangkan komoditas perkebunan yang paling dominan adalah kopi dan cokelat (kakau).


Mantan Ibu Kades, Yudiansyah Manarus (Mantan Kadess), Qosim (PSP3), Mirhan Suhadi (Kades) serta Ibu Kades. (Kiri ke kanan)

Dalam bidang pemerintahan di desa Sadan ini masih belum optimal. Ini bisa dilihat dari Kantor Kepala desa (balai) yang selalu kosong setiap hari, perangkat desa tidak ada yang mengantor, mengantornya hanya jika ada rapat desa. Hal yang seperti ini masih lumrah dan banyak terjadi di desa-desa lain di kabupaten Lahat. Dalam penyelenggaraan administrasi, masyarakat masih mengurus ke Rumah Sekdes, Pak Misran. Namun, sampai saat ini masih belum ada kendala dalam bidang administrasi. Desa Sadan ini sekarang di bagi menjadi empat dusun: Dusun I, Dusun II, Dusun III, dan Dusun IV. Adanya empat dusun itu adalah pembaharuan dari 3 dusun pada dulunya: Tanjung Baru, Sadan, dan Tanjung Petung.

Dalam bidang Pendidikan, kesadaran masyarakat masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari masih minimnya lulusan sarjana. Juga, di desa ini lembaga pendidikan Sekolah Dasar hanya ada satu, Pendidikan PAUD, TK, SMP dan SMA masih keluar desa untuk menempuhnya.

Selasa, 04 Juni 2013

Laporan Kegiatan PSP3 Bulan Januari 2014




Laporan Kegiatan PSP3 Bulan Januari 2014 bisa di download DISINI

Senin, 03 Juni 2013

Laporan Bulan Nopember 2013




Lopran bulan Nopember 2013 bisa di klik disini:
Laporan Bulan Nopember 2013

Kegiatan PSP3 Sadan Bulan November 2013



RINCIAN KEGIATAN  HARIAN PSP3 DESA SADAN
BULAN NOVEMBER 2013


Proses pengemasan kripik singkong

Pemasaran Kripik Singkong ke warung-warung

Gotong royong membuat pagar Mushola Al-Fath



Hari, Tanggal
Jenis kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Hasil yang dicapai
Hambatan
Jumat, 1
Menyusun Laporan
Menyusun laporan bulan Oktober
Laporan Selesai
Tidak ada
Sabtu, 2
Menyusun Laporan
Minggu, 3
Rapat koordinasi dan penyampaian Laporan
Rapat ini dilaksanakan di kontrakan cewek PSP3 Pagar Alam, pada jam 09.00 WIB. Dihadiri oleh:
Ketua Tim Asistensi Sumatera Selatan dan Ketua Purna PSP3 Sumatera Selatan, Ahmad Zuhdi.
Membahas tentang: sistematika penyusunan laporan bulanan, pengisian quisioner, dan sharing tentang kondisi peserta PSP3 di masing-masing penempatan.
Senin, 4
Memperingati tahun baru Islam 1435 Hijriyah
Bertempat di Mushola Al-Fath, dilaksanakan setelah sholat isyak, menghadirkan penceramah yang berasal dari Pagar Alam, Ust. Kholiq
Penceramah (Narasumber) menjelaskan tentang pentingnya menggunakan usia untuk kebaikan, dan hikmah memperingati Tahun Baru Islam.
Selasa, 5
Melakukan Kegiatan harian
Mengantor di Balai Desa, Bimbel dan mengajar ngaji
Kegiatan harian berjalan lancar.
Rabu, 6
Produksi Kripik Singkong
Kegiatan dilakukan pada malam hari setelah maghrib, yang dilakukan hanya proses pemotongan saja, baru kemudian di rendam
Singkong yang dipotong sebanyak 60 Kg
Proses pemotongan berlangsung lama dikarenakan mesin yang pakai kelompk hanya 1 dan kebanyakan kelompok menganggur.
Kamis, 7
Proses penggorengan dan pengemasan kripik singkong.
Produksi penghasilkan sebanyak 15 Pak kripik, tiap pak berisi 40 bungkus.
Proses penggorengan memakan waktu yang sangat lama, dikarenakan masih kurangnya kompor besar dan alat penggorengann. Juga, kripik yang dihasilkan masih hancur dan agak keras.
Jumat, 8
Pemasaran Kripik
Pemasaran kami lakukan dengan dengan memanfaatkan tenaga pemuda desa ke beberapa toko
Ada 14 toko (warung) yang kami titipi sebagai lanjutan dari titipan produksi yang kemarin.
Kripik masih kami titipkan, masih sedikit yang membayar secara tunai, sehingga modal masih mengendap.
Sabtu, 9
Berkunjung Ke Desa Aromantai
Mengunjungi  peserta PSP3, Yopie Arifma.
Sharing program
Tidak ada
Minggu, 10
LIBUR
Senin, 11
Melakukan Kegiatan harian
Mengantor di Balai Desa, Bimbel dan mengajar ngaji
Kegiatan harian berjalan lancar.
Tidak ada
Selasa, 12
Rabu, 13
Kamis, 14
Rapat  Evaluasi dengan Anggota KUBE IBU MANDIRI SADAN
Rapat dilaksanakan pada setelah maghrib,  dari 12 Anggota 11 anggota yang hadir. Membahas tentang: Modal usaha kelompok, bentuk kemasan, kekompakan kelompok, jadwal produksi, rencana usaha.
Hasil Rapat
(terlampir)

Jumat, 15
Melakukan Kegiatan harian
Mengantor di Balai Desa, Bimbel dan mengajar ngaji
Kegiatan harian berjalan lancar.
Tidak ada
Sabtu, 16
Berkunjung Ke Desa Pagar Dewa
Mengunjungi  peserta PSP3, Rizki Al-kharim dan Achmad Nidlomuddin
Sharing program
Tidak ada
Ahad, 17
LIBUR
Senin, 18
Produksi Kripik Singkong
Kegiatan dilakukan pada malam hari setelah maghrib, yang dilakukan hanya proses pemotongan saja, baru kemudian di rendam
Singkong yang dipotong sebanyak 20 Kg
-     Proses produksi memakan waktu yang lama dikarenakan: wajan masih kecil, kompor masih kecil, serta minyak yang sedikit.
-     Biaya untuk produksi hampir sama  dengan hasil produksi (RUGI)

Selasa, 19
Proses penggorengan dan pengemasan kripik singkong.
Produksi penghasilkan sebanyak 20 Pak kripik, tiap pak berisi 20 bungkus.
Rabu, 20
Pemasaran Kripik Singkong
Pemasaran kami lakukan dengan dengan memanfaatkan tenaga pemuda desa ke beberapa toko
Ada 21 toko (warung) yang datangi, tapi yang mengambil dan kami titipi hanya 12 toko, yang lain masih ada, ada juga yang tidak mengambil karena masih ada dan ada kripik singkong dari lain tempat yang isinya lebih banyak dan lebih renyah
Kemasan Kripik yang kita miliki agak keras, kemasannya juga kurang menarik serta isinya yang sedikit. Sehingga sulit laku.


Kamis, 21
Melakukan Kegiatan harian
Mengantor di Balai Desa, Bimbel dan mengajar ngaji
Kegiatan harian berjalan lancar.
Tidak ada


Jumat, 22
Gotong Royong membuat Pagar Mushola Al-fath
Membuat pagar dari bambu, di buat mengelilingi  mushola Al-fath
Mushola terpagari, sehingga aman dari anjing dan hewan lain, terjaga kebersihannya.
Sabtu, 23
Membeli perlengkapan produksi
Bersama Pendamping PSP3, Mizzi Ariani, Membeli Bumbu Balado kering di Pagar Alam
Bumbu Balado kering harganya ¼ kg harganya 15 ribu.
Minggu, 24
LIBUR
Senin, 25
Membeli kompor besar
Bersama pendamping, membeli kompor 2 buah merk Rinnai TR-289RI
Harga 2 kompor Rp. 900.000
Pembelian kompor masih menggunkan uang pribadi peserta PSp3 guna memperlancar dan menimimalisir ongkos produksi

Selasa, 26
Produksi Kripik Singkong
Produksi pada hari ini hanya  sehari dan berlangsung cepat.
Dengan memproduksi sebanyak 20 Kg, di buat dari jam 7.30- 13.00. Produksi sangat cepat, karena memakai kompor yang besar. Dan juga modal usaha yang dikeluarkan sangat kecil.  Hasil produksi 8 Pak, isi 40 Bungkus
Tidak ada
Rabu, 27
Ke Dispora Lahat
Bersama pendamping, Ke Dispora lahat.
Memproleh informasi bahwa tanggal 29 Nopember, dispora provinsi akan datang dan PSP3 se Sumsel di perintahkan untuk kumpul di Pagar Alam.

Kamis, 28
Pemasaran Kripik Singkong
Pemasaran kami lakukan dengan dengan memanfaatkan tenaga pemuda desa ke beberapa toko
Kripik yang kami titipkan tanggal 20, masih ada.
Kripik tanggal 20 tidak laris terjual karena memang kemasannya tidak menarik dan masih banyak kemasannya yang terbuka karena dalam pengemasannya kurang bagus.
Jumat, 29
Pertemuan dengan Dispora Sumsel
Dilaksanakan di kontrakan Psp3 cewek pada jam 09.00-12.00.
Kegiatan: mengisi kuisioner, diskusi tentang permsalahan PSP3 Sumsel

Tidak ada
Sabtu, 30
Rapat bulanan PSPp3 Lahat
Dilaksanakan di Desa Tanjung Agung kec. Suka Merindu, dihadiri oleh 10 PSP3, 1 tidak hadir karena sakit.
Membahas tentang:
-     Sosialisasi pendamping PSP3
-     Mekanisme penyusunan laporan bulanan
-     Proposal Sarana olahraga
-     Legalitas PSP3 lahat
-     Pembuatan nameboard
-     Solidaritas untuk Muslimin (ibunya meninggal)
-     Pertemuan kedepannya.
Peserta banyak yang terlambat