Profil Desa Sadan

Desa Sadan, adalah desa yang diapit oleh Bukit Barisan dan Gunung Dempo. Berada pada ketinggihan 710 meter dari permukaan laut dan di wilayah pegunungan membuat suhu di desa ini dingin. Berjarak ± 5 Km dari Kecamatan Jarai dan

Bimbingan Gratis PSP3 Desa Sadan

Kehadiran kami di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan ini mungkin masyarakat menganggap kami ini sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). DImana biasanya

Perkenalan dengan Kadispora Lahat yang Baru

Ki-Ka: Zainul Idham, S.Pd, Drs. Sutoko,M.si, Bapak Hartawan, Kabid Program Dispora, Paulus Ricky Soegito

Produksi Kripik Singkong KUBE Ibu Mandiri

Dalam produksi kali ini singkong yang kami buat sebanyak 25 Kg. Proses yang dilakukan hampir sama proses pada awal kami buat. Namun yang beda pada proses pengirisan (perajangan singkong). Pada perajangan kali ini lebih berhati-hati dalam memotong, agar tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis.

Pembentukan KUBE Ibu Mandiri Sadan

Dalam pertemuan itu, awalnya kami perkenalkan nama kami selaku PSP3 dan juga maksud dan tujuan kami datang ke desa Sadan, desa mereka, dengan lama waktu dua tahun. Mereka sangat antusias dan welcome atas kehadiran kami. Kemudian alur dari pertemuan itu kami lanjutkan dengan memetakan potensi alam yang ada,

Tampilkan postingan dengan label Budaya Bessemah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya Bessemah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Mei 2014

Pemuda Ini Menyulap Batang Kopi Menjadi Uang


Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa Kota Pagar Alam adalah salah satu penghasil kopi terbesar di bumi Sriwijaya. Setiap tahunnya pasti banyak pohon-pohon kopi yang sudah tua dan di remajakan lagi. Pohon yang sudah tidak produktif biasanya dibuang, hanya bermanfaat untuk kayu bakar.
Hendri Mei, Pemuda kelurahan Sumber Kecamatan Dempo Selatan

Hendri Mei mampu mengubah benda yang kurang bermanfaat itu menjadi sebuah kerajinan tangan yang menghasilkan uang. Pemuda yang bertempat tinggal di Kelurahan Sumber Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagar ALam ini menyulap batang kopi yang tak terpakai itu menjadi asbak. Asbak yang telah dipoles, dijualnya dengan harga Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000, tergantung dari segi kerumitan dalam pembuatan.
Asbak yang telah dibakar, tinggal menghaluskan.

Caranya pembuatannya tidak terlalu rumit, dan sampai saat ini masih menggunakan cara manual, tidak menggunakan mesin. Hendri, begitu biasanya dia di panggil, menceritakan kepada kami caranya secara detail. "Awalnya batang kopi kami potong dengan tebal sekitar lima cm, tergantung model. Kemudian kami pahat dalamnya, setelah itu kami bakar. proses pembakaran ini bertujuan untuk memberikan warna kehitan-hitaman bagi asbak. Setelah itu kami haluskan dengan amplas. Setelah halus, baru kemudian kami cat", paparnya.


Asbak yang sudah jad

Bahan yang telah jadi, masih belum dipasarkan kemana-mana, menunggu pembeli yang datang kerumahnya. Kadang dia juga memasarkan ketika ada pameran.

Usaha ini dijalankannya semenjak lima bulan yang lalu."Usaha kami ini sudah kami jalankan sekitar lima bulan yang lalu, dan Alhamdulillah, hasilnya lumayan sebagai usaha sampingan", pungkasnya.

Jumat, 16 Mei 2014

Pasar Mingguan itu Disebut Kalangan

Suasana kalangan di Pasar Jarai


Apakah arti kalangan? Jika kita mencari arti kata dari Kalangan di kamus Besar Bahasa Indonesia yang akan kita temukan adalah: ka·lang·an n galangan (kapal, perahu, dsb). Atau kemungkinan yang kedua adalh Kalangan berasal dari bahasa Bessemah yang tersusun dari kata: Kalang-an. Kalang, jika diartikan ke bahasa Indonesia artinya adalah ikan lele, ikan kalang orang besemah menyebutnya. Sedangkan -an adalah akhiran. Itu arti dari hasil otak-atik yang mungkin bisa nyambung. Tapi kayaknya gak bisa disambungkan, karena definisi Kalangan yang sebenarnya adalah pasar mingguan yang yang berada di setiap pasar kecamatan di daerah Besemah. Jika di Jawa Timur, istilah kalangan ini adalah pasaran.

Suasana pasar kalangan

Seorang pembeli sedang tawar menawar dengan penjual

Di pasar kecamatan Jarai, hari kalangan adalah setiap hari Sabtu. Para pedagang dari mana-mana datang untuk menggelar dagangannya, begitupun dengan para pembeli yang sangat ramai. Sangking ramainya setiap kalangan, membuat jalan lintas Bengkulu - Pagar Alam ini macet. Macet ini dikarenakan banyak angkutan desa yang parkir di jalan menunggu para pembeli. Ini salah satu hal negatif dari kalangan ini yang harusnya diantisipasi oleh pemerintah setempat agar tidak menggangu pengguna jalan.
Macet yang disebabkan ramainya kalangan
Dengan banyaknya penjual yang ada, harga yang ditawarkan ke pembelipun lebih murah dari  harga biasanya. Harga ikan Mujair misalnya yang harganya berkisar 25 ribu perkilogram pada hari biasa, di kalangan harganya bisa menjadi 20-22ribu per kilogram. (qpl)